:
:
News
Deputi Gubernur BI: UMKM Punya Peluang untuk Berkembang Lewat Fintech Syariah 

gomuslim.co.id- Perkembangan teknologi menciptakan ruang yang luas bagi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) serta keuangan syariah untuk berkembang semakin pesat. Namun, UMKM di Indonesia saat ini masih memiliki banyak kelemahan yang meliputi infrastruktur digital, pengetahuan tentang sistem keuangan, serta kemampuan sumber daya manusia dalam menjual produknya.

Deputi Gubernur Bank Indonesia, Sugeng menyebut pelaku UMKM kurang paham cara menjual produk lewat e-commerce atau marketplace. Sistem pembayarannya juga tidak terintegrasi secara penuh.

“Di samping kualitas produk yang masih rendah, dia menjelaskan banyak pelaku UMKM yang masih memiliki akses terbatas terhadap bank sehingga penjualan pun tersendat,” tutur Sugeng dalam Seminar Fintech Talk di Jimbaran, Bali, Jumat (12/10/2018).

Sugeng menilai teknologi finansial (Fintech) memberi banyak ruang untuk mengembangkan UMKM, apalagi dengan besarnya jumlah pengguna ponsel dan internet yang masing-masing berjumlah 372 juta dan 132 juta di Indonesia.

"Fintech bisa jadi basis pengembangan UMKM," kata dia.

Dalam hal keuangan syariah, Sugeng berpendapat fintech bisa menyediakan wadah bagi 28.000 pesantren di Indonesia untuk memasarkan produk-produk mereka. Kemudian, fintech bisa jadi pencipta platform pasar untuk pesantren memasarkan produk.

“Kita sangat yakin bisa kembangkan ini supaya ke depan bisa kurangi impor dari luar negeri, yang mana bagus untuk persempit defisit neraca, dan mudah-mudahan bisa membantu stabilkan nilai tukar,” paparnya.

Di pihak lain, Direktur Jenderal Islamic Research & Training Institute (IRTI) di Islamic Development Bank (IDB), Humayon Dar menyebut nilai industri syariah secara global masih sangat kecil jika dibandingkan dengan industri konvensional.

“Sampai akhir tahun ini nilai industri syariah global tidak akan melebihi US$6,2 triliun (Rp 94.364 triliun),” ujarnya.

Kendati demikian, angkanya terlihat mengesankan, tapi dalam konteks global sangat kecil. Bahkan, pertumbuhan industri keuangan syariah di negara-negara Islam justru tergolong sangat kecil.

Kehadiran fintech, menurut Humayon, akan membawa dana baru ke dalam keuangan syariah sehingga bisa meningkatkan penyimpanan dan pendanaan makro.

“Teknologi juga bisa digunakan untuk memperoleh tabungan dan investasi mikro yang dalam jangka panjang dapat digunakan untuk pendanaan infrastruktur. Keuangan syariah harus relevan untuk infrastruktur," paparnya. (nat/cnbc/dbs/foto:finansialku)

Responsive image
Other Article
Responsive image
gomuslim
Get it on the play store