:
:
News
Bisa Uji Kehalalan Daging, Inilah 'Lidah Listrik' Karya Dosen UIN Maliki Malang

gomuslim.co.id- Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang, Jawa Timur memamerkan Lidah Listrik  (E-Tongue) dalam acara The Community Expo Service 2018. Kegiatan expo atau pameran yang berlangsung pada 8 sampai 9 Oktober 2018 ini bersamaan dengan penyelenggaraan International Conference on University Community Engagement.

Pameran berlokasi lantai 2 gedung Student Center UIN Maliki. Selain menjadi tuan rumah, UIN Malang juga ikut dalam pemeran ini perwakilan dari Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) dan juga Pemda Kota Malang.

Dosen Fakultas Saintek UIN Maliki, Imam Tazi mengatakan, UIN Maliki saat ini telah menemukan lidah listrik (E-Tongue). Penelitian mengenai lidah listrik sudah dilakukan sejak delapan tahun terakhir.

Selain E-Touge ada juga E-Nose. Kedua alat ini diciptakan karena ide dasar betapa sulitnya umat  muslim menguji daging yang halal dan haram. ”Menggunakan robotik, E-Tongue ini bisa membedakan dengan mudah, sedangkan E-Nose prinsip kerjanya sama tetapi melalui penciuman bau," ucap Imam di Malang, Selasa (08/10).

E-Tongue merupakan alat yang diciptakan dan menjadi yang pertama di Indonesia. Diciptakan sejak 2011 dan sudah bisa membedakan daging babi dan sapi dengan akurat.

Lidah listrik adalah alat pembaca bahan-bahan kimia, memprosesnya, kemudian mengubahnya menjadi energi listrik. Di dalam lidah listrik itu tertanam belasan sensor untuk membaca kandungan kimiawi sebuah larutan atau benda.

"Lidah eletronik ada enam belas sensor. Dibentuk seperti lidah. Dicelup ke dalam larutan. Mengubah zat kimia menjadi listrik, " ungkapnya.

Doktor lulusan UGM ini menambahkan, selain Lidah Listrik, Fakultas Saintek UIN Maliki juga telah menemukan Geolistrik. Itu merupakan alat pencari sumber-sumber air melalui retakan-retakan tanah. Alat ini bermanfaat pada saat musim kemarau.

"Geolistrik mencari sumber air dan retakan tanah, karakteristik batuan, dan sejenisnya," imbuhnya.

Temuan-temuan ini merupakan bentuk darma perguruan tinggi yakni pengabdian masyarakat. Lidah listrik dan Geolistrik bermanfaat bagi masyarakat, khususnya dalam menangani masalah kelangkaan listrik dan air. (njs/kemenag)

Responsive image
Other Article
Responsive image