:
:
News
Gojek Jadi Unicorn Company Pertama di Indonesia yang Bergabung dengan Skema Tabungan Haji Bank Syariah

gomuslim.co.id-  Start-up pertama bernilai miliar dolar di Indonesia, Go-Jek telah bergabung dengan program tabungan haji BNI Syariah bank untuk membuat jemaah lebih mudah diakses oleh pengemudi perusahaan.

Perusahaan-perusahaan berbagi visi yang sama untuk membuat haji dapat diakses oleh pengemudi Go-Jek, kata Ida Triana Widowati, manajer umum bank untuk haji dan umrah.

Adapun, program Baitullah iB Hasanah dari BNI Syariah memungkinkan pengemudi Go-Jek untuk menabung secara terstruktur. Pengemudi akan menghemat sekitar 30 ribu rupiah ($ 2) per hari selama 28 bulan untuk mengumpulkan sekitar 25 juta rupiah ($ 1,676) yang kemudian dapat mereka gunakan sebagai uang muka dengan kementerian urusan agama untuk memenuhi syarat untuk sebuah tempat (kuota) haji.

Setelah menempatkan uang muka, calon jemaah harus terus menabung untuk memenuhi seluruh biaya paket haji sekitar 31 juta hingga 38 juta rupiah. Pengemudi Go-Jek yang mendaftar untuk skema tabungan haji harus menyetujui penghasilan harian mereka untuk secara otomatis dipotong dari dompet elektronik mereka. Uang ditransfer ke BNI Syariah setiap dua minggu.

Bergabungnya Go-Jek dari skema tabungan haji bank mengikuti inklusi pada bulan Mei tahun lalu dalam program tabungan umrah BNI Syariah.

“Pada akhir Agustus, ada 366 pengemudi Go-Jek yang terdaftar di tabungan BNI Baitullah iB Hasanah, dengan total saldo sebesar 1,75 miliar rupiah. Kami berharap akan ada setidaknya 500 pengemudi terdaftar pada akhir tahun ini," tambahnya, mengacu pada skema umrah.

Skema umrah memungkinkan pengemudi Go-Jek menyisihkan sekitar 25 ribu rupiah Indonesia menjadi 35 ribu rupiah per hari selama dua tahun untuk menabung untuk ibadah haji.

Bank BNI Syariah dan Go-Jek bekerja dengan tiga agen perjalanan dalam skema tabungan umrah--NRA, Al Bilad, dan Custorindo. BNI Syariah’s iB Baitullah Hasanah terbuka untuk semua perusahaan. Pada akhir Agustus, skema tabungan haji dan umrah mencapai 1,506 triliun rupiah dari 565.000 pelanggan.

Untuk diketahui, Go-Jek diluncurkan pada tahun 2011 di Jakarta sebagai layanan naik sepeda motor. Sejak itu berkembang menjadi aplikasi one-stop yang memungkinkan pelanggan melakukan pembayaran online dan memesan berbagai layanan dan produk seperti makanan dan bahkan layanan kecantikan. (fau/gojek/salaamgateway/dbs/foto: gojekind)

Responsive image
Other Article
Responsive image