:
:
News
Kekeringan di Gunungkidul, ACT DIY Kembali Kirim Bantuan Air Bersih

gomuslim.co.id- Sudah berbulan-bulan sejak Ramadan lalu, Kabupaten Gunungkidul dilanda kekeringan. Kondisi kering tanpa hujan ini menyebabkan masyarakat sekitar kesulitan akses air bersih.

Meski Jogja sudah sempat diguyur hujan, tetapi belum mampu mengatasi kekeringan yang terjadi di Gunungkidul. Hari-hari dalam kekeringan di Gunungkidul, masyarakat membutuhkan bantuan air bersih memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Merespons hal tersebut, tim DERM (Disaster Emergency and Relief Management) Aksi Cepat Tanggap (ACT) DIY kembali memasok air bersih sejumlah 37 tangki air. Pasokan air dikirimkan untuk Desa Hargomulyo, Kecamatan Gedangsari, Kabupaten Gunungkidul. Selama empat hari berturut-turut, distribusi air bersih dilakukan sejak Ahad (23/9) sampai Rabu (26/9).

Kharis Pradana selaku koordinator Program ACT DIY menyebutkan, berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul, kekeringan yang melanda diperkirakan masih berlanjut hingga bulan November. “Karena itu dari pihak ACT DIY akan terus melakukan aksi dropping air bersih di Gunungkidul," jelasnya.

Kharis menjelaskan, dropping air bersih sendiri sudah dilakukan oleh tim ACT sejak bulan Juli lalu, awal mula terjadinya kekeringan di wilayah Gunungkidul. Hingga saat ini, distribusi air bersih ini dilakukan di beberapa titik daerah kekeringan di Jawa Tengah.

"Dropping air bersih yang sudah kita lakukan sejak Juli lalu ini sudah menjangkau beberapa titik seperti titik kekeringan di kecamatan Gedangsari, Ngawen, Semin, Paliyan, Purwosari, dan Girisubo,” tambah Kharis.

Selain kegiatan dropping air bersih, Tim ACT juga bekerjasama dengan Lazis Perkasa SGM melakukan pembagian paket sembako ke 40 kepala keluarga yang membutuhkan. Kegiatan ini mendapatkan apresiasi dari Sumaryanta selaku Kepala Desa (Kades) Hargomulyo.

"Saya mewakili masyarakat desa Hargomulyo sangat berterimakasih kepada ACT dan Lazis Perkasa SGM. Kami berharap ada program lain yang berkelanjutan di desa kami setelah dropping air ini," ucapnya.

Masalah kekeringan di Jawa Tengah terutama Gunungkidul sudah berlansung kurang lebih selama dua bulan. Sejak pertengahan 2018, setidaknya tercatat 31.607 keluarga di Gunungkidul tengah mengalami kekeringan dan darurat air bersih. Badan BPBD Kabupaten Gunungkidul mengungkapkan, dari 18 kecamatan, sebanyak 13 kecamatan telah dinyatakan darurat kekeringan dan krisis air bersih. Kecamatan tersebut meliputi, Rongkop, Tepus, Semin, Tanjungsari, Saptosari, Ponjong, Nglipar, Panggang, Semanu, Gedangsari, Ngawen, Girisubo, dan Purwosari.

Merespons krisis kekeringan yang bergulir berbulan-bulan, Kharis mengatakan, Tim ACT telah mengirim puluhan truk berisi air bersih ke titik-titik kekeringan tersebut. "Tak hanya itu, tim juga melakukan pembangunan sumur wakaf yang merupakan program Wakaf Sumur yang diinisiasi oleh Global Wakaf ACT di Dusun Plalar, Desa Umbungrejo," ujarnya.

Pengiriman air bersih ke lokasi-lokasi terdampak kekeringan menjadi bentuk komitmen ACT mengatasi problem pelik di Gunungkidul. Insya Allah ikhtiar ini akan terus ditingkatkan menggapai daerah-daerah yang belum merasakan bantuan. (njs/act)

Responsive image
Other Article
gomuslim
Get it on the play store