:
:
News
Hotel Bersertifikasi Dapur Halal di Makassar Makin Banyak 

gomuslim.co.id- Kota Makassar menjadi salah satu wilayah yang gencar mengembangkan pariwisata halal. Buktinya, sejumlah hotel di ibukota Sulawesi Selatan tersebut semakin banyak yang sudah mengantongi sertifikasi halal.

Empat hotel kelolaan Phinisi Hospitality misalnya yang sedang dalam tahap finalisasi proses sertifikasi dapur halal atau halal kitchen. Jaringan hotel lokal yang berbasis di Makassar itu memang mengikuti perkembangan industri pariwisata yang saat ini mulai mengoptimalkan ceruk pasar dari segmen halal tourism.

CEO Phinisi Hospitality Anggiat Sinaga mengatakan, sertifikasi halal kitchen untuk hotel dibawah Phinisi Hospitality diharapkan keluar pada pertengahan bulan depan. “Implementasi dari konsep dapur halal juga dimaksudkan agar hotel kelolaan kita senantiasa mengikuti segmen pasar halal. Sekarang masih proses,” katanya, Minggu (23/9/2018).

Secara komprehensif, penerapannya dimulai dari pemasok bahan makanan, pengolahan, peralatan dapur, hingga penyajian yang dilakukan dengan mengacu pada kaidah halal.

Phinisi sendiri memiliki empat hotel kelolaan yang berklasifikasi bintang tiga plus hingga bintang lima di Makassar. Hotel tersebut adalah Dalton Hotel dan Almadera Hotel untuk klasifikasi bintang tiga plus, Claro Makassar (dulu Clarion Makassar) berklasifikasi bintang empat plus, serta The Rinra yang merupakan portofolio perusahaan dengan klasifikasi bintang lima.

Jika hotel kelolaan Phinisi itu secara resmi mengantongi sertifikat halal kitchen maka total hotel yang mengadopsi konsep tersebut di Makassar menjadi tujuh hotel. Sebelumnya, telah terdapat dua hotel di Makassar yang terlebih dahulu berkualifikasi dapur halal, yakni Aston Makassar serta Hotel Pesonna.

"Insyaallah bila semakin banyak lagi hotel yang tersertifikasi halal, maka akan lebih baik lagi bagi pariwisata Makassar. Lombok saja hanya restoran yang tersertifikasi [halal], sedangkan hotelnya belum. Nah, Makassar malah hotelnya yang duluan tersertifikasi," ujar GM Aston Makassar Joko Budi.

Pada kesempatan lain, General Manager Hotel Pesonna Makassar, Ali Hidayat meyakinkan bahwa sertifikasi halal tidaklah mahal. Pihaknya bahkan siap menjadi brenchmark (percontohan) sertifikasi halal di Makassar. “Kami siap jadi benchmark. Pesonna hotel tidak sampai Rp 9 jutaan untuk sertifikasi halal. Bergantung menu yang disiapkan,” ujarnya.

Presiden Celebes Halal Tourism Community HM Azhar Gazali menerangkan memang perlu meeting bersama pihak terkait, termasuk pihak MUI agar berita mahalnya sertifikasi halal tidak simpang siur.

Untuk diketahui, sertifikasi halal yang dikeluarkan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) terhadap produk sebuah usaha, bisa berlaku hingga dua tahun. Bahkan, MUI akan merevisi masa berlaku sertifikasi halal menjadi empat tahun pada 2019 mendatang.

Direktur LPPOM MUI Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Nardi Pratomo, kepada tribunnews, mengungkapkan, kini aturan telah dirapikan pemerintah melalui UU Nomor 23 tahun 2014 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal. “Sehingga, mulai tahun 2019 nanti masa berlakunya empat tahun,” terangnya. Biaya sertifikasi halal pun mulai dari Rp 2,5 juta hinga Rp 4 jutaan per menu. (njs/bisnis/makasarterkini/foto:jitunews)

Responsive image
Other Article
Responsive image
gomuslim
Get it on the play store