:
:
News
Olah Bahan Limbah, Begini Kemeriahan Malang Flower Carnival 2018

gomuslim.co.id- Perhelatan tahunan Malang Flower Carnival (MFC) kembali digelar pada Minggu (16/09/2018). Berlokasi di Jalan Ijen, Kota Malang, gelaran lomba kostum bunga itu menarik perhatian banyak wisatawan.

Setiap peserta yang keluar untuk beraksi dengan gaya kostumnya disambut meriah oleh wisatawan yang memadati event tersebut. Terutama saat peserta asal Belanda dan Jerman tampil dengan kostum bunganya.

"Saya benar-benar menikmati event ini. Saya bisa melihat budaya Indonesia. Dengan festival ini saya bisa lihat budaya Indonesia," ujar Muhammad el Fouly, salah satu penonton asal Mesir.

Sementara itu, para peserta yang berjumlah sebanyak 200 lebih memulai langkahnya dari atas panggung yang berada di Simpang Balapan. Kemudian turun dan berjalan menyusuri jalan yang dipenuhi oleh penonton sepanjang 800 meter.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Malang, Ida Ayu Made Wahyuni berharap gelaran MFC berikutnya akan menjadi event internasional dengan mengundang peserta dari luar negeri lebih banyak lagi.

"Tahun depan kita ingin kegiatan ini sudah menjadi event internasional. Artinya pesertanya ada yang dari negara lain," katanya.

Wali Kota Malang terpilih, Sutiaji mengungkapkan harapan yang sama. Dengan segala potensi yang dimiliki Kota Malang, Sutiaji berharap MFC akan menjadi event internasional di gelaran berikutnya.

“Meski event ini sudah beberapa kali dilakukan. Saya berharap bukan hanya di Malang Raya atau Regional Jawa Timur tapi Indonesia bahkan Asia. Malang potensinya luar biasa," tandasnya.

Sementara itu, staf ahli Kementrian Pariwisata RI Esthy Reko Astuti mengapresiasi event MFC karena kostum yang digunakan oleh peserta berasal dari limbah.

Malang Flower Carnival mengangkat temanya bunga, karena memang Malang sebagai kota bunga. Tapi bagusnya  bahwa di sini yang diambil konsepnya menggunakan limbah yang dibentuk dalam bentuk bunga, di samping ada sebagian kecil menggunakan bunga potong dan bunga segar. 

“Ini merupakan suatu bentuk kita mencintai lingkungan dan ramah lingkungan,” tandasnya. (nat/kompas/dbs/foto:kompas)

Responsive image
Other Article
Responsive image