:
:
News
Bantu Korban Gempa, ACT Bangun Empat Posko Kemanusiaan Baru di Lombok Utara

gomuslim.co.id- Tim Emergency Response Aksi Cepat Tanggap (ACT) memperluas jangkauan wilayah penanganan pascabencana dengan membangun empat posko baru di wilayah Lombok Utara, Selasa (7/8/2018). Posko-posko tersebut di antaranya terletak di Kecamatan Pemenang, Kecamatan Tanjung, Kecamatan Gangga, dan Kecamatan Kayangan.

Koordinator Tim Emergency Response ACT Kusmayadi melaporkan, dua posko di Kecamatan Pamenang dan Kecamatan Tanjung telah berdiri dan beroperasi sejak  Selasa (7/8) siang. Sedangkan sisanya, posko kemanusiaan di Kecamatan Gangga dan Kecamatan Kayangan aktif beroperasi hari ini, Rabu (8/8).

“Empat posko itu untuk menambah jumlah sebelumnya, jadi total posko ACT di Lombok ada 7 posko. Insya Allah, upaya ACT ini bisa menjangkau mereka yang belum mendapatkan bantuan,” ujar Kusmayadi.

Sebab, gempa berkekuatan 7,0 SR yang mengguncang Lombok pada Ahad (5/8) lalu, telah menyebabkan sebagian besar wilayah Lombok porak-poranda. Terutama Lombok Utara, yang menjadi wilayah paling terkena dampak. Banyak korban berjatuhan akibat bangunan yang runtuh. Bahkan, Kepala Humas dan Pusdatin BNPB Sutopo Purwo Nugroho menyebutkan dari total 105 korban meninggal, 78 diantaranya berasal dari wilayah Lombok Utara.

Tidak hanya itu, warga Lombok yang masih hidup pun mengalami dampak jangka panjang. Sebagian besar mereka kehilangan tempat tinggal, sebab rumah mereka telah menjadi reruntuhan. Hanya berbekal diri dan pakaian yang dikenakan, mereka terpaksa tinggal di tenda-tenda pengungsian.

Vice President ACT Insan Nurrochman memaparkan, keberadaan posko kemanusiaan akan diperkuat dengan adanya beberapa program tanggap darurat, seperti distribusi pangan dan air bersih, Dapur Umum, dan layanan kesehatan. Melalui Dapur Umum, ACT siap mendistribusikan ribuan paket pangan untuk pengungsi.

“Insya Allah, Dapur Umum ACT juga akan dibantu dengan kedatangan Humanity Food Truck ACT dalam beberapa hari ke depan yang mampu menyajikan 1.000 makanan siap santap setiap harinya,” jelas Insan.

Menurut Insan, dalam fase darurat, selain pemenuhan kebutuhan logistik, warga Lombok juga memerlukan pelayanan kesehatan yang memadai. Oleh karena itu, beberapa tim medis pun telah digerakkan ke semua lokasi posko untuk melakukan pemeriksaan dan penanganan bagi setiap korban akibat gempa.

“Sebagian tim medis ACT sudah diminta berjaga di RSUD Lombok Utara karena rumah sakit itu kekurangan tenaga medis. ACT juga melakukan dukungan psikososial pasca bencana, mengingat kemungkinan adanya dampak psikologis yang dialami warga karena trauma,” papar Insan.

Menurut Insan, ACT sendiri sebagai lembaga kemanusiaan memiliki cara khusus untuk menanggapi situasi bencana. Tak hanya sampai fase penyelamatan, ACT juga akan berupaya untuk membangun kembali kehidupan para warga yang mengalami kesulitan akibat gempa Lombok, Ahad (5/8).

“Jadi, setelah fase emergency tuntas, ACT tidak sekedar menyelamatkan kehidupan, tetapi juga konsen bagaimana kita mampu mengembalikan kehidupan korban gempa. Setidaknya sama, atau jika mampu bahkan bisa lebih baik dari sebelum terjadi bencana. Itu lah prinsip ACT, ‘membangun kehidupan manusia’,” pungkasnya. (njs/act)

Responsive image
Other Article
Responsive image
gomuslim
Get it on the play store