:
:
News
Bank Syariah Mandiri Siap Go Public di Pasar Modal

gomuslim.co.id- Sejumlah bank syariah mulai tertarik untuk melakukan penawaran umum saham perdana atau initial public offering (IPO). Setelah BRI Syariah, kini yang sedang bersiap untuk go public di pasar modal adalah Bank Syariah Mandiri (BSM). Anak usaha PT Bank Mandiri Tbk ini berencana untuk IPO tahun 2019.

BSM atau Mandiri Syariah hingga saat ini masih menyiapkan dan mematangkan rencana tersebut. Perseroan menyebut ada beberapa hal yang menjadi pertimbangan bank sebelum melakukan penawaran saham perdana.

Menurut Direktur Keuangan dan Strategi Bank Syariah Mandiri, Ade Cahyo Nugroho, penetapan waktu pada 2019 ini berdasarkan pertimbangan situasi politik dan ekonomi Indonesia yang diperkirakan akan mulai membaik. "Kami sedang persiapan, IPO akan dimulai setelah timing-nya pas setelah proses pilkada dan pilpres selesai," ujarnya baru-baru ini.

Ade menambahkan, perseroan juga menunggu kinerja perusahaan yang lebih baik. Setelah NPF selesai, bank syariah tinggal mengejar profitabilitas untuk meningkatkan kinerja. Karena itu, untuk bisa melakukan IPO, perseroan harus meningkatkan tingkat pengembalian atau keuntungan dari ekuitas (return on equity/ ROE) lebih dahulu.

ROE menunjukkan kemampuan perusahaan menghasilkan laba bersih dengan menggunakan ekuitas sendiri. Menurut Ade, seharusnya ROE BSM bisa ditingkatkan hingga 12%-15%. Jika mencapai ROE tersebut, BSM bisa masuk ke pasar modal dengan kondisi profitabilitas yang baik.

“Kalau ROE tinggi, maka harga IPO bisa maksimal sehingga pendanaan IPO juga maksimal," jelasnya.

Sebelumnya, Corporate Secretary Mandiri Syariah Rizky Wisnoentoro  mengatakan opsi untuk melakukan IPO belum mendesak dilakukan pada tahun ini dan hanya fokus perbaikan kinerja serta konsolidasi internal.

Selain IPO, BSM mempunyai opsi lain yaitu partner strategis. Tahun ini BSM berencana untuk meningkatkan kinerja dengan menggenjot produktivitas. Apalagi potensi bisnis bank syariah masih cukup besar ke depan.

“Tahun ini, perseroan tengah mengejar target untuk dapat naik kelas menjadi Bank Umum Kelas Usaha (BUKU) IV. Bank BUKU IV merupakan bank dengan modal inti di atas Rp30 triliun,” ujarnya.

Rizky Wisnoentoro menyebut, saat ini BSM memiliki ekuitas di level Rp7,31 triliun dengan total aset Rp90 triliun. Saat ini BSM masuk ke kategori Bank BUKU III.”Kita memang bersiap naik ke BUKU IV. Lagi on going terus, tapi tidak tahun ini juga, kita coba lakukan konsolidasi, di banyak lini kita lagi coba terus perbaikan," ungkapnya.

Ia menambahkan, untuk mengejar target tersebut, BSM akan berupaya meningkatkan produktivitas. Saat ini, dengan total cabang sekitar 765 cabang di seluruh Indonesia, BSM memiliki 16 ribu lebih karyawan yang akan didorong untuk terus dapat meningkatkan produktivitas bank. BSM mencatat perolehan laba bersih sampai akhir 2017 mencapai Rp365 miliar. Nilai tersebut meningkat 12,22% (yoy) dari Rp325 miliar pada 2016. (njs/okezone/kontan/foto:bisnis)

 

Responsive image
Other Article
Responsive image
gomuslim
Get it on the play store