:
:
News
Bank Syariah Bukopin Targetkan Peningkatan DPK dari Penghimpunan Dana Haji

gomuslim.co.id- Penghimpunan dana tabungan haji menjadi salah satu target bank syariah. Salah satunya termasuk PT Bank Syariah Bukopin (BSB). Baru-baru ini, BSB meluncurkan layanan sebagai Bank Penerima Setoran Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPS BPIH) di BSB KCP Masjid Agung Sunda Kelapa, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (9/7/2018).

Dengan adanya layanan ini, BSB optimistis dapat merealisasikan target peningkatan porsi dana tabungan yang dipatok sebesar 35 persen dari keseluruhan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang dihimpun. BSB sendiri ditunjuk oleh Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) sebagai BPS BPIH pada 28 Februari 2018 dengan fungsi bank penerima setoran.

Direktur Utama BSB Saidi Mulia Lubis mengatakan, pihaknya menargetkan peningkatan dana murah (CASA). Menurutnya, dana setoran dari para calon jemaah haji yang belum mencapai target Rp25 juta dapat diperhitungkan sebagai dana murah. Ketika mencapai Rp25 juta, dana tersebut secara langsung akan didebet ke rekening BPKH untuk mendapatkan porsi antrean haji.

“Jumlah nasabah dari kalangan calon jemaah haji diharapkan dapat mencapai sekitar 20.000 orang. Diharapkan dapat mendongkrak penghimpunan DPK, khususnya melalui produk Tabungan iB Haji yang sudah kami siapkan, sehingga dapat meningkatkan dana murah," ujarnya.

Dalam menunjang pelaksanaan penerimaan setoran biaya haji, pihaknya telah mempersiapkan sarana prasaranna pendukung berupa sistem komputerisasi haji terpadu (Siskohat), jaringan pelayanan (outlet), di seluruh kantor BSB, serta sumber daya insani.

BSB juga telah memiliki produk Tabungan iB Haji sebagai sarana menabung bagi nasabah untuk memenuhi setoran awal biaya ibadah haji. Setoran awal biaya haji untuk mendapatkan nomor kursi ditetapkan sebesar Rp 25 juta. Tetapi nasabah Tabungan iB Haji BSB dapat membuka dengan setoran awal Rp 500 ribu dan setoran selanjutnya minimal Rp 100 ribu sampai terkumpul sesuai nominal yang ditetapkan.

BSB menargetkan dapat menghimpun nasabah yang mendaftar haji melalui BSB sebanyak 5.000 calon jemaah haji sampai akhir tahun. Artinya, penambahan DPK dana haji ditargetkan mencapai Rp 125 miliar sampai akhir tahun.

Saat ini, porsi CASA di BSB hampir 30 persen dari total DPK. "Target kami porsi CASA sampai akhir tahun bisa 35 persen dari total DPK," kata Saidi.

Saidi berharap, ditunjuknya BSB sebagai Bank Penerima Setoran dapat memperluas akses masyarakat dalam melakukan pembayaran haji. Selain itu, dapat mengundang masyarakat baik pribadi maupun kelompok bimbingan ibadah haji (KBIH) untuk membayar setoran haji melalui outlet BSB sesuai dengan KTP masing-masing nasabah. "Target kami dalam waktu dekat, pelayanan setoran haji BSB bisa diperluas ke outlet Bank Bukopin yang menyediakan Layanan Syariah," jelas Saidi.

Saat ini BSB memiliki 23 outlet untuk melayani pembayaran setoran haji. Nantinya akan ditambah lagi dengan Layanan Syariah Bank Bukopin yang siap melayani setoran haji sebelum akhir 2018 dengan total mencapai 214 outlet.

Selain mengandalkan dana haji, BSB juga berupaya menempuh sejumlah startegi guna mewujudkan target peningkatan porsi dana murah menjadi 35% dari total DPK. "Kami akan menggelar open table, gathering, menyediakan hadiah langsung, serta membidik institusi dengan payroll para pegawainya. Karena mereka ini lebih tahan lama, bisa sampai pensiun," ujarnya. (njs/rep/financialbisnis/foto:bsb)

Responsive image
Other Article
Responsive image