:
:
News
Jadi Wadah Aksi Sosial, Inilah Komunitas Sepeda Pertama untuk Perempuan Saudi

gomuslim.co.id-  Arab Saudi tetap menjadi salah satu negara paling represif di dunia bagi perempuan di mana persetujuan laki-laki adalah wajib. Meskipun dengan kedatangan Raja Salman dan putranya Putra Mahkota Salman, Kerajaan telah menerima beberapa perubahan seperti mendorong perempuan untuk bekerja, melonggarkan  pada perwalian laki-laki dan baru-baru ini mengeluarkan undang-undang yang memungkinkan perempuan untuk mengemudi.

Begitu juga dilakukan Baraah Luhaid (25) yang mendirikan komunitas bersepeda inklusif bagi perempuan Saudi.  Sebagai pecinta sepeda, Baraah Luhaid, berusaha untuk mendapatkan perempuan untuk memperjuangkan hak-hak mereka dan alatnya adalah bersepeda.

Tahun lalu, Luhaid mendirikan komunitas dan bisnis bersepeda pertama ‘Spokes Hub’ di Arab Saudi. Ini adalah satu-satunya toko sepeda berjalan dengan kafe dan bengkel yang juga melayani wanita.

Izin bersepeda untuk perempuan di Arab Saudi disahkan pada tahun 2013, namun hanya diizinkan di taman atau di pantai dan di hadapan wali laki-laki. Luhaid menganggap buku Sue Macy 'Wheels of Change' sebagai sumber inspirasinya; sebuah buku yang menggambarkan pentingnya bersepeda sebagai peran penting dalam gerakan hak-hak wanita.

Kiprhanya pun semakin melebar setelah baru-baru ini, a memenangkan hadiah dari kerajaan untuk kategori start-up. Proyek tersebut pun mendapat dukungan Putri Reema - wakil presiden Otoritas Olahraga Wanita Arab Saudi.

Publikasi Mvslim, Minggu, (08/07/2018) menyebutkan ada langkah-langkah kecil untuk hak-hak perempuan dalam budaya yang sangat konservatif dan represif di Saudi dalam beberapa tahun terakhir. Dengan demikian, Arab Saudi mengirim atlet wanita ke Olimpiade pada tahun 2011, memberikan perempuan hak untuk memilih dan mencalonkan diri dalam pemilihan kota pada 2015 sementara juga menunjuk 30 wanita ke Dewan Syura yang sebelumnya semuanya laki-laki, komite penasihat formal di Arab Saudi.

“Ketika saya menganjurkan untuk bersepeda bagi wanita, saya menganjurkan untuk kemerdekaan wanita. Mengubah keyakinan inti bahwa perempuan juga berhak untuk mengaktualisasi diri dan berkarya. Karena banyak tantangannya ke depan, maka harus ada seseorang yang memulai gerakan ini dan saya berani, “ pungkas Luhaid. (fau/mvslim/dbs)

Responsive image
Other Article
Responsive image