:
:
News
Ini Solusi Pemprov Jabar Agar Bandara Kertajati Bisa Jadi Embarkasi Haji 2018

gomuslim.co.id- Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Jabar) masih optimistis terkait rencana memberangkatkan haji perdana dari bandara yang ada di Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Majalengka. Meski belum mendapat restu dari Kementrian Agama, pihak Pemprov Jabar menyatakan sudah menemukan solusi dari berbagai permasalahan.

Pihak dari Pemprov Jabar, Iwa mengatakan saat ini masih dalam tahap proses, namun masih ada peluang untuk bisa memberangkatkan jemaah haji.

“Nanti biar dari Kemenag secara tupoksi dia yang menangani," ujar dia, Rabu (04/07/2018).

Berdasarkan informasi dari Kanwil Kemenag, masalah tersebut sudah dibahas. Karena, ada sistem yang akan diterapkan baru pertama kali di Indonesia dipercaya oleh Arab Saudi untuk proses imigrasinya tak dilakukan di Arab Saudi tapi di Indonesia.

"Kan ini sistem baru imigrasinya di Indonesia ini kan sebetulnya secara security sangat riskan ini kan yang jadi pembahasan selama 3 tahun Menag dengan pihak Arab," sambungnya.

Setelah sukses melobi, kini Indonesia dipercaya proses imigrasinya bukan di Jedah atau Madinah tapi proses imigrasi dilakukan di embarkasi haji.

Sistem ini, akan memudahkan jemaah haji. Karena, dulu semua jwmaah haji harus menunggu 5 sampai 6 jam untuk verifikasi. Setelah sistem ini diberlakukan, nanti verifikasinya hanya tinggal jempol saja. Sehingga, akan membantu jemaah haji yang sepuh.

"Kan embarkasi haji Jabar di Bekasi dan BIJB ini. Nah ini memang perlu hati-hati. Tetapi sudah ada solusi sedang dibahas teknis tapi intinya masih optimis pelaksanaan bisa sebagian di BIJB," tandasnya.

Dengan berbagai pertimbangan, jadi nanti berangkatnya tetap secara initinya di Soekarno Hatta dengan Arab Saudi Air lines.

"Nah, dari kita embarkasi segala macam dibereskan di embarkasi haji lalu di tarik bandara. Teknis ini ada di Kemenag," ucap Iwa.

Dikatakan Iwa, yang penting sekarang sudah ada solusi. Namun, teknisnya seperti apa masih dalam proses. Saat ini, ada 15 tahapan lagi yang harus diselesaikan.

"Tapi kami InsyaAllah optimistis ini akan kekejar masih optimis yang tadinya sifatnya rumit bisa diselesaikan," pungkasnya. (nat/dbs/foto:tirto)

 

Responsive image
Other Article
Responsive image