:
:
News
20 Hari Lagi, Afghanistan Akan Berangkatkan Jemah Haji ke Arab Saudi 

gomuslim.co.id- Persiapan penyelenggaraan ibadah haji di sejumlah negara terus dilakukan. Salah satunya termasuk di Afghanistan. Kabarnya, 20 hari ke depan negara tersebut akan mulai memberangkatkan calon jemaah hajinya ke Arab Saudi.

Hal tersebut seiring dengan rilis informasi yang disampaikan Kementerian Haji dan Urusan Agama Afghanistan terkait keberangkatan pertama haji tahun 2018 baru-baru ini. Menteri Haji dan Agama Faizullah Osmani mengatakan kepada Meshrano Jirga atau Majelis Tinggi bahwa semua fasilitas yang dibutuhkan untuk 30 ribu peziarah Afghanistan telah siap sedia. Kuota tersebut telah disesuaikan dengan kebijakan.

"Sebanyak 24.400 jamaah adalah penduduk reguler dan 5.600 adalah ahli waris para syuhada, orang berkebutuhan khusus, dan mereka yang dipilih oleh anggota parlemen, dewan provinsi, kabinet, dan militer Afghanistan," ujarnya seperti dilansir dari publikasi Pahjwok Afghan News, Selasa (26/06/2018).

Menurutnya, delegasi tingkat tinggi Afghanistan telah melakukan perjalanan ke Arab Saudi dan mengambil semua langkah yang diperlukan untuk memastikan persiapan. Seperti menyediakan tempat tinggal, makanan, dan fasilitas transportasi untuk peziarah Afghanistan di Tanah Suci.

Menteri mengatakan, biaya haji tahun ini telah naik 50 dolar AS dibandingkan biaya tahun lalu. Pada 2018, biaya haji menjadi 2.600 dolar AS untuk setiap peziarah. Menurut Osmani, kenaikan biaya karena harga sewa yang tinggi di Saudi saat ini setelah penerapan pajak.

Meski demikian, pemerintah telah berupaya meningkatkan beberapa fasilitas bagi peziarah. Ini juga menjadi alasan di balik kenaikan biaya pelaksanaan Haji. Tujuh puluh persen peziarah Afghanistan akan berangkat dengan penerbangan Kam Air, sedangkan sisanya dengan maskapai milik negara, Ariana Afghan Airlines. “Sebanyak 600 pemandu akan ditugaskan untuk membimbing peziarah Afghanistan selama pelaksanaan haji,” tutupnya. (njs/Pahjwok Afghan News emaah hajinya ke Arab Saudi.

Hal tersebut seiring dengan rilis informasi yang disampaikan Kementerian Haji dan Urusan Agama Afghanistan terkait keberangkatan pertama haji tahun 2018 baru-baru ini. Menteri Haji dan Agama Faizullah Osmani mengatakan kepada Meshrano Jirga atau Majelis Tinggi bahwa semua fasilitas yang dibutuhkan untuk 30 ribu peziarah Afghanistan telah siap sedia. Kuota tersebut telah disesuaikan dengan kebijakan.

"Sebanyak 24.400 jamaah adalah penduduk reguler dan 5.600 adalah ahli waris para syuhada, orang berkebutuhan khusus, dan mereka yang dipilih oleh anggota parlemen, dewan provinsi, kabinet, dan militer Afghanistan," ujarnya seperti dilansir dari publikasi Pahjwok Afghan News, Selasa (26/06/2018).

Menurutnya, delegasi tingkat tinggi Afghanistan telah melakukan perjalanan ke Arab Saudi dan mengambil semua langkah yang diperlukan untuk memastikan persiapan. Seperti menyediakan tempat tinggal, makanan, dan fasilitas transportasi untuk peziarah Afghanistan di Tanah Suci.

Menteri mengatakan biaya haji tahun ini telah naik 50 dolar AS dibandingkan biaya tahun lalu. Pada 2018, biaya haji menjadi 2.600 dolar AS untuk setiap peziarah. Menurut Osmani, kenaikan biaya karena harga sewa yang tinggi di Saudi saat ini setelah penerapan pajak.

Meski demikian, pemerintah telah berupaya meningkatkan beberapa fasilitas bagi peziarah. Ini juga menjadi alasan di balik kenaikan biaya pelaksanaan Haji. Tujuh puluh persen peziarah Afghanistan akan berangkat dengan penerbangan Kam Air, sedangkan sisanya dengan maskapai milik negara, Ariana Afghan Airlines. “Sebanyak 600 pemandu akan ditugaskan untuk membimbing peziarah Afghanistan selama pelaksanaan haji,” tutupnya. (njs/Pahjwok Afghan News emaah hajinya ke Arab Saudi.

Hal tersebut seiring dengan rilis informasi yang disampaikan Kementerian Haji dan Urusan Agama Afghanistan terkait keberangkatan pertama haji tahun 2018 baru-baru ini. Menteri Haji dan Agama Faizullah Osmani mengatakan kepada Meshrano Jirga atau Majelis Tinggi bahwa semua fasilitas yang dibutuhkan untuk 30 ribu peziarah Afghanistan telah siap sedia. Kuota tersebut telah disesuaikan dengan kebijakan.

"Sebanyak 24.400 jamaah adalah penduduk reguler dan 5.600 adalah ahli waris para syuhada, orang berkebutuhan khusus, dan mereka yang dipilih oleh anggota parlemen, dewan provinsi, kabinet, dan militer Afghanistan," ujarnya seperti dilansir dari publikasi Pahjwok Afghan News, Selasa (26/06/2018).

Menurutnya, delegasi tingkat tinggi Afghanistan telah melakukan perjalanan ke Arab Saudi dan mengambil semua langkah yang diperlukan untuk memastikan persiapan. Seperti menyediakan tempat tinggal, makanan, dan fasilitas transportasi untuk peziarah Afghanistan di Tanah Suci.

Menteri mengatakan biaya haji tahun ini telah naik 50 dolar AS dibandingkan biaya tahun lalu. Pada 2018, biaya haji menjadi 2.600 dolar AS untuk setiap peziarah. Menurut Osmani, kenaikan biaya karena harga sewa yang tinggi di Saudi saat ini setelah penerapan pajak.

Meski demikian, pemerintah telah berupaya meningkatkan beberapa fasilitas bagi peziarah. Ini juga menjadi alasan di balik kenaikan biaya pelaksanaan Haji. Tujuh puluh persen peziarah Afghanistan akan berangkat dengan penerbangan Kam Air, sedangkan sisanya dengan maskapai milik negara, Ariana Afghan Airlines. “Sebanyak 600 pemandu akan ditugaskan untuk membimbing peziarah Afghanistan selama pelaksanaan haji,” tutupnya. (njs/pahjwokafghannews/foto:ihram)

Responsive image
Other Article
Responsive image
gomuslim
Get it on the play store