:
:
News
Dewan Jasa Keuangan Islam Bakal Perketat Pedoman Keuangan Syariah Global

gomuslim.co.id- Pertumbuhan industri keuangan syariah dalam beberapa tahun terakhir cukup besar. Sejalan dengan hal tersebut, Dewan Jasa Keuangan Islam atau Islamic Financial Services Board (IFSB) berencana memperketat pedoman keuangan syariah.

Kebijakan tersebut diambil Dana Moneter Internasional atau setelah International Monetary Fund (IMF) mengadopsi standar lembaga IFSB pekan lalu. IMF menyatakan, mulai tahun depan akan menerapkan standar IFSB ke pengawasan sektor finansial beberapa negara.

Langkah ini pun disambut baik oleh Sekretaris Jenderal IFSB Bello Lawal Danbatta. Ia menyatakan akan melanjutkan pengembangan standar regulasi bagi pasar modal syariah dan lembaga penjamin pada tahun ini.

"Kami mengambil langkah untuk memperkuat implementasi program dengan menambahkan dimensi konsistensi dan asesmen terhadap dampaknya," ujarnya, seperti dilansir dari publikasi Reuters, Rabu (30/5/2018).

Adapun panduan regulasi bagi sektor asuransi syariah, lanjut Danbatta, akan dikembangkan kemudian. IFSB telah mempublikasikan draf proposal standar pengawasan terhadap asuransi syariah dan regulasi di produk syariah pasar modal seperti sukuk.

Lembaga itu juga merevisi standar keterbukaan bagi perbankan syariah untuk membantu mempromosikan transparansi serta kedisiplinan.

Skala sektor finansial syariah sudah semakin berkembang dan sekarang terbilang penting secara sistemik di belasan negara. Hal ini membutuhkan pengawasan yang lebih ketat bagi pengambil kebijakan terkait dampaknya di sistem finansial secara keseluruhan.

Berdasarkan data Global Islamic Economy 2017/2018, pasar keuangan syariah bernilai USD 2.202 miliar pada 2016 dan diperkirakan menjadi USD 3.782 miliar pada 2022. Sementara itu, pasar perbankan syariah bernilai USD 1.599 miliar pada 2016 dan diproyeksi bertumbuh menjadi USD 2.439 miliar pada 2022.

Secara keseluruhan, pertumbuhan CAGR alias pertumbuhan majemuk tahunan sektor ini diperkirakan mencapai 7,3% menjadi US$3.081 miliar pada periode 2016-2022. Negara dengan pasar syariah terbesar adalah Malaysia, Bahrain, Uni Emirat Arab (UEA), Arab Saudi, Oman, Kuwait, Pakistan, Qatar, Iran, dan Indonesia.

Sekadar informasi, IMF akan memasukkan sistem keuangan syariah ke dalam penilaian sektor-sektor keuangan sejumlah negara terpilih mulai tahun depan. Ini bertujuan untuk meningkatkan regulasi di sektor finansial Islami yang sedang tumbuh.

IMF selama ini fokus ke sektor keuangan konvensional. Tetapi seiring berjalannya waktu, regulator semakin terlibat dengan negara-negara yang mengeluarkan produk keuangan syariah dan menerapkan prinsip syariah dalam sistem keuangannya. Bisnis finansial syariah saat ini sudah mulai dianggap penting untuk diatur lebih lanjut karena dianggap bisa berakibat sistemik.

Di bawah proposal dewan eksekutif IMF, panduan yang dikeluarkan IFSB yang berbasis di Malaysia akan dimasukkan ke dalam penilaian IMF untuk pengaturan dan pengawasan keuangan syariah.

Menurut IMF, perbankan syariah yang melarang pembayaran bunga dan spekulasi moneter diprediksi memiliki aset lebih dari USD 2 triliun secara global yang berasal lebih dari 60 negara. Namun, praktik bisnis yang berjalan dapat bervariasi di berbagai negara seperti di Timur Tengah, Afrika dan Asia Tenggara.

IMF ingin mendorong lebih banyak konsistensi dalam menerapkan aturan keuangan berbasis syariah, setelah sebelumnya IMF memperingatkan kompleksitas beberapa produk yang sesuai syariah yang dapat menghambat pertumbuhan dan menambah ketidakstabilan keuangan global. (njs/reuters/bisnis/foto:parmusi)

 

Responsive image
Other Article
Responsive image