:
:
News
Kemenang: Ini Prosedur Pengganti Calon Jemaah Haji yang Wafat

gomuslim.co.id- Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri Kemenag Ahda Barori menjelaskan sejumlah hal yang berkaitan dengan penggantian jemaah haji yang meninggal dunia sebelum berangkat ke Tanah Suci. Pertama, ada permintaan dari keluarga jemaah yang sudah ditetapkan berhak melunasi atau sudah melunasi biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH), tapi meninggal dunia sebelum berangkat.

Kebijakan wafat yang dapat digantikan adalah yang sudah ditetapkan berhak melunasi atau sudah melunasi BPIH tahun berjalan dan waktu meninggal setelah masa pelunasan. "Yang dapat menggantikan adalah suami/istri/anak kandung/menantu. Dibuktikan dengan penetapan pengadilan negeri," tutur Barori dalam pembekalan petugas haji di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta, Minggu (27/05/2018).

Dalam hal ini wajib menyertakan surat keterangan meninggal dunia dari pemerintah daerah tingkat kelurahan atau kecamatan. Kemudian ada proses verifikasi yang dilakukan di kanwil Kemenag dan Direktorat Pelayanan Haji Dalam Negeri.

Ditegaskan Barori, jika pengganti jemaah haji juga meninggal dunia sebelum berangkat ke Tanah Suci, maka tak bisa digantikan lagi.

“Pengganti jemaah haji tak bisa digantikan,” tandasnya.

Mekanisme penggantian ini diterapkan untuk menyikapi insiden jemaah haji yang wafat sebelum berangkat. Padahal mereka sudah menunggu bertahun-tahun untuk dapat melaksanakan rukun Islam kelima.

Selain itu, adanya penggantian jemaah haji oleh keluarga juga dimaksudkan untuk badal haji. Yakni, penggantinya melaksanakan haji dengan niat pahalanya diberikan kepada orang tua atau keluarga yang sudah terlebih dahulu tutup usia. (nat/dbs/foto:metrotv)

 

Responsive image
Other Article
Responsive image
gomuslim
Get it on the play store