:
:
News
Jelang Musim Haji, Calon Jemaah Diminta Jaga Kesehatan dan Pola Makan

gomuslim.co.id- Guna meningkatkan kesehatan dan kelancaran dalam beribadah saat melakukan perjalanan haji, calon jemaah diminta menyiapkan diri dari segi kesehatan.

Kepala Pusat Kesehatan Haji, dr Eka Jusup Singka mengatakan para jemaah agar mengikuti pemeriksaan kesehatan dengan baik, banyak berlatih jalan, dan makan makanan bergizi.

“Sedangkan, untuk di Tanah Suci, jemaah diimbau menyiapkan masker dan payung, sering-sering minum, dan membawa penyemprot muka,” tutur Eka. 

Sebanyak 63 persen jemaah tahun ini tergolong berisiko tinggi dari segi kesehatan. Kebanyakan penyakit yang mereka idap adalah sakit jantung, ginjal, dan darah tinggi.

Untuk melayani para jemaah, kuota tenaga kesehatan Pusat Kesehatan Haji tahun ini mencapai 306 orang ditambah sepuluh lagi.

"Harus kita maksimalkan," ujar dia menyangkut ideal tidaknya jumlah tersebut dibandingkan jumlah jemaah haji asal Indonesia.

Tak hanya tenaga kesehatan, tim kesehatan juga menyewa 12 ambulan di Tanah Suci. Klinik Kesehatan Haji Indonesia juga tersedia di masing-masing daker. Klinik-klinik tersebut nantinya dilengkapi fasilitas laboraturium hingga rontgen.

Pihaknya juga menyoroti perlunya quick response team di Tanah Suci. "Jadi kalau ada yang pingsan langsung dibawa ke KKHI atau RS Arab Saudi," pungkas dia.

Lebih lanjut, dia menjelaskan ada empat hal yang dapat meningkatkan program kesehatan haji di dalam negeri. Yang pertama komitmen politik, salah satunya regulasi syarat penugasan berupa syarat kesehatan. Kemudian dukungan masyarakat dan ulama terhadap istitaah alias kemampuan melaksanakan haji dari segi fisik.

Kemudian sistem kesehatan haji yang terintegrasi dengan sistem pelayanan haji. Terakhir pengetahuan masyarakat jemaah haji terkait kesehatan. Adapun, manajemen kesehatan sangat penting dalam pelaksanaan haji karena perjalanan ke Tanah Suci cukup jauh dan memakan waktu yang tak singkat.

Kemudian ibadah haji merupakan perkumpulan begitu banyak massa. Berkumpulnya massa itu berpotensi memicu penularan penyakit seperti meningitis.

Pelaksanaan ibadah haji melibatkan lingkungan yang panas, kasar dan keras. Kondisi itu berpotensi menimbulkan heatstroke. Selain itu, fasilitas layanan kesehatan juga menjadi alasan perlunya tenaga kesehatan tambahan.

“Ibadah haji juga merupakan kegiatan yang menguras stamina sehingga perlu pengawasan kesehatan,” kata dia.

Saat ini, cuaca di Tanah Suci juga tergolong panas dengan rerata 53 derajat selsius pada musim haji. Pihaknya berharap agar petugas reguler dan tim kesehatan bisa bekerja sama dengan baik menyikapi situasi-situasi tak terduga selama di Tanah Suci. (nat/dbs/foto:klikdokter)

 

Responsive image
Other Article
Responsive image