:
:
News
Ini Target Rumah Zakat dalam Program Ramadhan Berdaya

gomuslim.co.id- Rumah Zakat meluncurkan program Utama Ramadhan Berdaya. Program ini merupakan salah satu dari rangkaian program istimewa selama bulan Ramadhan untuk pemberdayan masyarakat di desa berdaya.

CEO Rumah Zakat, Nur Efendi mengatakan dari program Ramadhan Berdaya ini, pihaknya menargetkan sekitar 1,5 juta orang bisa diberdayakan. “Program Ramadhan Berdaya itu di antaranya adalah ada program mendistribusikan 124 ribu paket berbagi buka puasa, 14.300 paket kado lebaran yatim, 6.200 bingkisan lebaran keluarga. Juga 8.850 paket syiar quran dan 300 penerima manfaat program janda berdaya di desa berdaya binaan Rumah Zakat,” paparnya, Kamis (17/05/2018).

Menurutnya, saat ini jumlah desa berdaya binaan rumah zakat ada 1.118 desa yang tersebar di 191 kota/kabupaten dari Aceh sampai Papua. Tujuan dari program Ramadhan Berdaya, kata dia, adalah untuk memberikan kebahagiaan bagi penerima manfaat yang ada di desa berdaya. “Kami berharap, program ini dapat menjadi penyemangat bagi semua masyarakat agar menjadi mandiri,” katanya.

Ia menjelaskan, desa berdaya adalah proses pemberdayaa wilayah berdasarkan pemetaan potensi lokal di berbagai bidang seperti ekonomi, kesehatan, lingkungan dan pendidikan. Dengan adanya pembinaan pada desa berdaya, maka diharapkan bisa memperbaiki kualitas hidup individu dan komunitas masyarakat. "Pada 2018, kami berkomitmen untuk membina 1.234 desa berdaya yang tersebar di 34 provinsi," ungkapnya.

Program lainnya yang ada di Ramadhan Berdaya adalah, program membebaskan masyarakat dari jeratan renternir. “Karena, banyak masyarakat yang terlilit hutang akibat berbagai kebutuhan mendasar. Misalnya, untuk biaya rumah sakit, biaya makan, dan pendidikan. Kami akan bebaskan mereka yang terlilit renternir ini. Terutama mustahik yang terlilit utang karena tak mampu makan, biaya pendidikan dan kesehatan," tuturnya.

Rumah Zakat, kata dia, memfokuskan program Ramadhan Berdaya ini ke pedesaan. Karena kemiskinan yang terbesar ada di desa. Melalui program ini, pada 2016 masyarakat yang sudah diberdayakan mencapai 1,6 juta. "Targetnya tahun ini bisa lebih dari tahun sebelumnya," katanya.

Adapun pada 2023, Rumah Zakat menargetkan bisa memberdayakan lima ribu desa. “Setiap tahun rata-rata, ada 300 desa yang diberdayakan. Karena, dalam menjalankan program ini, Rumah Zakat dibantu oleh masyarkaat desa dan pemuda pelopor. Khusus di Jabar, ada sekitar 300 titik desa berdaya. Memang, Jabar dan Jateng, porsinya cukup besar," paparnya.

Salah satu desa di Jabar yang berhasil menjalankan program desa berdaya ini ada di daerah Lembang dan Pangalengan. Di Lembang, masyarakat yang pada umumnya petani, sebelumnya sangat bersandar dan bergantungan pada pupuk kimia. Kemudian, dengan dibantu Rumah Zakat, warga desa Mekar Wangi yang melakukan budi daya kelinci mengambil urine kelinci untum diolah dijadikan pupuk.

"Sekarang semua petani di daerah itu pupuk pakai organik. Hasil taninya jadi meningkat baik secara kualitas maupun kuantitas, salah satunya menanam cabai. Peningkatan penghasilannya mencapai 58 persen. Di Cimaung pun Rumah Zakat membina masyarakatnya menjadi desa wisata," tutupnya.

Sekadar tambahan, laporan keuangan Rumah Zakat sendiri memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) secara berturut-turut selama 12 kali. Pada 2017, laporan keuangan Rumah Zakat kembali mendapat opini WTP dari Kantor Akuntan Publik Kanaka Puradireja, Suhartono.

WTP adalah opini tertinggi dalam audit laporan keuangan yang menyatakan bahwa laporan keuangan menyajikan secara wajar, dalam semua hal yang material, posisi keuangan, kinerja keuangan dan arus kas sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia. (njs/rep/rz/foto:mi)

 

Responsive image
Other Article
Responsive image