:
:
News
Kemenag: Pahami Arti Jihad yang Sesungguhnya

gomuslim.co.id- Tindakan radikal yang terjadi di beberapa tempat belakangan ini dinyatakan Direktur Jendral Bimas Islam Kemenag, Muhammadiyah Amin adalah tindakan yang tidak manusiawi dan menyalahi ajaran agama manapun.

Dalam hal ini Kementerian Agama meminta kepada seluruh tokoh agama agar mampu meredam kekhawatiran publik, dengan menyebarkan kedamaian melalui dakwah yang menyejukkan. 

“Kami berharap kepada umat manapun agar tidak melakukan aksi yang mengganggu apalagi memusnahkan sesama, baik se-agama yang sama maupun berbeda,” tutur Amin.

Selama ini jihad memang kerap disalahartikan oleh sejumlah pihak. Dikatakan Amin, kesalahpahaman ini didasari dengan kurangnya pengetahuan atau terjadinya salah tafsir sehingga makna jihad dalam Alquran maupun hadits melenceng dari makna sebenarnya. 

Pada masa Rasulullah, jika berkaca pada bentuk jihad sejatinya berdekatan dengan upaya untuk menuntaskan kemiskinan atau merebut kembali harta yang seharusnya menjadi haknya. Dan tidak dibenarkan melakukan peperangan di negara yang damai.  

“Jadi yang diperangi itu adalah kemiskinan bukan jiwa seseorang yang notabenenya sedang beribadah atau sebagainya,” lanjut dia. 

Dalam paparannya Amin meminta pada masyarakat, khususnya mereka yang selama ini keliru dengan makna jihad, untuk menghentikan segala perbuatan mereka yang tidak sesuai atau berseberangan dengan ajaran agama, baik Islam maupun agama lainnya.

Selain itu, dia juga menegaskan bahwa jihad masa kini dengan jihad pada masa Rasulullah jelas berbeda, dan tidak boleh disamaartikan. 

“Jihad masa kini adalah jihad melawan kemiskinan, bukan berperang apalagi membunuh. Itu jelas salah,” paparnya. 

Sebagai bentuk dorongan agar terciptanya suasana yang kondusif, Kemenag mengupayakan agar seluru penyuluh agama dapat memberikan pemahaman yang benar dan sesuai dengan ajaran agama masing-masing tentang makna jihad.

Dia juga menyarankan masyarakat agar tenang, dan mempercayakan sepenuhnya kepada pemerintah dan aparat dalam penyelesaian kasus terorisme yang belakangan ini terjadi.

“Boleh saja tetap waspada tapi jangan berlebihan, karena pemerintah dan aparat pasti akan menangani hal ini dengan sebaik baiknya,” pungkasnya. (nat/dbs/foto:republika)

 

Responsive image
Other Article
Responsive image
gomuslim
Get it on the play store