:
:
News
Luncurkan Wakaf Digital, Ammana Fintek Syariah Tawarkan Solusi Keuangan bagi UKM

gomuslim.co.id- Industri keuangan syariah terus melakukan sejumlah inovasi. Salah satunya seperti yang dilakukan PT Ammana Fintek Syariah. Berkolaborasi dengan Forum Wakaf Produktif, Ammana menjadi perusahaan teknologi finansial (Fintech) syariah pertama yang menyediakan platform investasi peer-to-peer (P2P) lending syariah di Indonesia.

Menurut CEO Ammana Fintek Syariah Lutfi Adhiansyah, perseroan hadir menawarkan solusi keuangan bagi pelaku Usaha Keuangan Menengah (UKM). Selain itu, Ammana juga mengajak masyarakat selaku Shahibul Maal menjadi mata rantai kebaikan dan menjauhkan pelaku usaha dari bahaya Riba.

"Ammana hadir untuk memudahkan kolaborasi pendanaan usaha secara digital yang menguntungkan dan berkah bagi masyarakat, terutama di Indonesia. Ada 116 juta potensi pasar muslim di Indonesia," ujarnya. 

Ia menuturkan tidak hanya memberikan layanan P2P lending, Ammana juga memiliki fungsi sebagai platform yang menghubungkan antara masyarakat (Shahibul Maal) dengan lembaga wakaf seperti Dompet Dhuafa. "Posisi kami sebagai pendukung teknologi yang sudah ada sehingga kita berharap ada percepatan," katanya.

Luthfi mengklaim platform Ammana telah menjangkau 1.400 pengguna atau organic user. Sedangkan jumlah investor yang ikut serta mencapai 420 orang dengan perputaran uang saat ini mencapai lebih dari Rp 1 miliar. Platform Ammana sudah diunduh sebanyak 1.400 kali dan dapat diakses oleh pengguna android maupun iOS.

"Insyaallah melalui Ammana mudah-mudahan lebih banyak lagi masyarakat yang terbantu dan ibadah wakaf dapat dilaksanakan dengan lebih baik," jelasnya.

Kehadiran Ammana Fintek Syariah di tengah-tengah masyarakat Indonesia diharapkan dapat menjadi solusi berwakaf yang lebih mudah dan terpercaya karena seluruh kegiatannya dilaksanakan dalam platform digital. “Ammana memiliki visi untuk memberi kemudahan bagi pemodal dan agar masyarakat dapat mengambil bagian dalam investasi dunia yang berkah akhirat,” ucapnya.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sendiri telah memperketat aturan bisnis pinjam meminjam langsung atau peer-to-peer (P2P) lending. OJK sudah membuat aturan yang mempermudah bisnis P2P lending berkembang di Indonesia melalui Peraturan OJK No. 77/POJK.01/2016.

Layanan P2P lending yang diberikan juga beragam, ada yang konvensional dan ada juga yang syariah. Salah satu fintech P2P lending syariah pertama yang terdaftar di OJK adalah PT Ammana Fintek Syariah. Ammana sendiri diresmikan oleh OJK pada Desember lalu.

Sejak efektif beroperasi, Ammana telah menjangkau lebih dari seribu pengguna organic user dan 420 investor dengan perputaran uang mencapai lebih dari Rp 1 miliar. Walaupun tergolong baru, Ammana optimis akan perhatian dan animo yang diberikan masyarakat Islam di Indonesia untuk dapat berwakaf dan membantu sesama melalui Ammana dengan lebih mudah lagi.

Sejak 14 tahun lalu, Pemerintah telah menaruh perhatian lebih tentang kondisi wakaf di Indonesia melalui dibentuknya Badan Wakaf Indonesia (BWI). BWI diberikan mandat melakukan pembinaan terhadap nazir dalam mengelola dan mengembangkan harta wakaf sehingga bisa dimanfaatkan menjadi produktif.

BWI juga luncurkan Forum Wakaf Produktif (FWP) yang beranggotakan lembaga dan organisasi non-pemerintahan yang diharapkan mampu meningkatkan pemahaman masyarakat Indonesia tentang wakaf serta mendorong wakaf untuk menjadi salah satu pendorong ekonomi negara.

Sebagai tambahan, berdasarkan data Islamic Finance Development Report (IFDR), pada tahun 2017 perkembangan ekonomi syariah di Indonesia naik ke peringkat 7 dari sebelumnya berada di peringkat 9 dengan total aset USD 81,839 juta atau sekitar Rp 1,145 triliun (kurs Rp 14.000). Indonesia juga masuk ke dalam 10 negara dengan aset keuangan syariah terbesar di dunia. (njs/tribun/kumparan/foto:ammana)

 

 

Responsive image
Other Article
Responsive image
gomuslim
Get it on the play store