:
:
News
Kajian Keluarga Islami: Ini Tiga Hal Utama Agar Puasa Lebih Bernilai

gomuslim.co.id- Bulan Ramadhan merupakan kesempatan terbaik untuk meningkatkan drajat setiap muslim. Pada bulan penuh berkah inilah, umat Islam berlatih dan berlomba-lomba dalam kebaikan agar mencapai ketakwaan.

Demikian salah satu simpulan dari Kajian Rutin Keluarga Islami (Karugami) bertakjuk “Raih Berkah Jelang Ramadhan”, Sabtu (12/05/2018). Kegiatan yang digelar Hijab Motion di Aula Mabrur Annisa Travel, Lenteng Agung Jakarta Selatan ini kembali menghadirkan Ustadz Asep Fakhri sebagai narasumber.

Selain tausiyah, panitia juga menghadirkan Seala Septiani, S.Gz., M.Gizi dalam Talkshow “Sahur Sehat Bernutrisi bersama Ahli Gizi”.

Dalam pemaparannya, Ustadz Asep menjelaskan bahwa bulan Ramadhan adalah bulan penuh berkah yang didalamnya diturunkannya Alquran. Bulan ketika pintu syurga dibuka selebar-lebarnya dan pintu neraka ditutup serapat-rapatnya. Selain itu, pada bulan suci ini, Allah sediakan hadiah pahala berlipat.

 “Amalan sunnah dapat pahala wajib. Pahala amalan wajib jadi berlipat ganda. Jangan lupa juga, di bulan ini ada satu malam yang lebih baik dari 1000 bulan yaitu malam Lailatur Qadar. Kalau kita hitung, 1000 bulan itu sama dengan 83 tahun. Bayangkan, umur kita di dunia pun belum tentu akan selama itu,” jelasnya.

Menurut Ustadz Asep, semua orang boleh saja berpuasa di bulan Ramadhan. Namun, nilai dari masing-masing yang berpuasa akan berbeda. Perbedaan utamanya bisa dilihat dari tiga hal utama yaitu, keimanan, keikhlasan dan benar sesuai syariat.

“Ketika seseorang beriman, berarti dia sudah menghadirkan cinta dalam dirinya. Ketika cinta ada, maka hal selanjutnya yang akan muncul adalah kerinduan. Orang rindu biasanya akan terus menyebut yang dirindukan. Sebesar apa kerinduan kita kepada Allah memberi pengaruh terharap nilai amalan yang kita lakukan,” paparnya.

Ia menyembutkan amalan apa pun tidak akan bernilai jika tidak disertai dengan iman karena pada dasarnya, iman merupakan penentu nilai sebuah amal. Ketika rindu menentukan cinta, maka cinta yang menentukan keimanan seseorang.

“Begitu pun dengan ikhlas. Beramal secara ikhlas semata-mata mengharap ridha Allah SWT akan memberikan nilai lebih dibandingkan yang tidak. Namun, tentu saja amalan pun harus benar sesuai dengan ketentuan syariat,” ungkapnya.    

Untuk itu, dalam menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan, drajat yang harus dikejar seorang muslim adalah ketakwaan. “Tentunya dengan landasan iman, ikhlas dan benar secara syariat,” tutupnya. (njs)  

Responsive image
Other Article
Responsive image
gomuslim
Get it on the play store