:
:
News
Rancangan Peraturan Jaminan Produk Halal Masuk Tahap Final

gomuslim.co.id- Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP JPH) tentang Jaminan Produk Halal sudah bersifat final. Hal ini disampaikan Menteri Agama Lukman Hakim Saifudin pada Selasa, (01/05/2018). RPP ini setidaknya mengatur pentahapan semua produk yang perlu mendapatkan sertifikasi halal.

Dalam hal ini, draft RPP JPH sudah mencapai babak final sebagai turunan UU jaminan produk halal. Tujuannya untuk menemukan persepsi yang sama dalam melihat norma yang diatur. Perlu ada pentahapan terkait produk yang perlu mendapatkan sertifikasi halal. Karena begitu banyaknya, semua produk yang beredar di Indonesia, itu amanah undang-undang.

“Karena begitu luasnya lingkup yang disertifikasi, maka dipandang perlu pentahapan agar ada skala prioritas produk yang harus disertifikasi. Inilah yang akan dikaji dalam tahapan ini,” tutur Lukman, Selasa (01/05/2018).

Sementara yang diatur dalam RPP JPH termasuk produk makanan, pengobatan yang digunakan masyarakat dan yang berasal dari binatang.

“Produk yang disertifikasi menurut ketentuan UU semua produk yang beredar, wajib bersertifikat halal. Badan Pelaksana Jaminan Produk Halal (BPJPH) sebagai badan sendiri, lalu ada LPH yang terdiri dari autiditor halal, yang memeriksa semua produk, agar terjamin kehalalannya, dan bekerjasama dengan BPOM dan MUI,” papar dia.

Untuk membahas hal tersebut, pada Senin (30/04/2018) Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) sempat memimpin rapat terbatas. Usai rapat, JK menyampaikan, JPH ini bertujuan untuk memberikan kenyamanan, keamanan, keselamatan, dan kepastian ketersediaan produk halal bagi masyarakat.

"Ya bagaimana masyarakat dapat terjamin dan selamat. Tetapi juga sekaligus mempermudah para pengusaha dan prosesnya tidak menyulitkan," pungkasnya.

Nantinya, secara efektif JPH akan mulai diberlakukan pada 2019. Terkait hal tersebut ada banyak aspek yang menjadi pertimbangan.

“Di antaranya, ketersediaan SDM yang akan menjadi auditor halal, sosialisasi kepada publik dan pelaku usaha. Serta proses dari pentahapan itu sendiri,” kata Lukman. (nat/kontan/dbs/foto:gomuslim)

 

Responsive image
Other Article
Responsive image