:
:
News
Smart Quranic Parenting Askar Kauny: Begini Agar Anak Cintai Alquran

gomuslim.co.id- Askar Kauny menggelar seminar bertajuk ‘Smart Quranic Parenting’ di Auditorium BRI 1 lt. 21, Semanggi, Jakarta Pusat, Sabtu (28/04/2018). Seminar yang mengupas tentang teknik membuat anak cinta Alquran ini diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai daerah.

Seminar ini menghadirkan sejumlah pakar dan berpengalaman dalam bidang tahfizhul Quran. Beberapa diantaranya seperti Pendiri Yayasan Tahfizh Askar Kauny, Ustadz Bobby Herwibowo, Lc, Muslim Ibnu Mahmud dan Nuroniah Al Manaf (orang tua dari Juara 1 Hafizh Indonesia RCTI, Hilya Qonita), dan Erwin Raja (Ayah si kembar penghafal Alquran, Al Ghazali & Al Khalifi).

Dalam pemaparannya, Ustadz Bobby mengatakan salah satu cara agar anak dekat dan mencintai Alquran adalah dengan mengenalkan mereka kepada orang-orang shalih seperti ulama. Ia pun menceritakan bahwa ayahnya selalu membawa dirinya kepada ulama dan habaib sejak kecil.   

“Sampai suatu saat, saya membaca sebuah kalimat dalam kita Ihya Ulumuddin karya Imam Al-Ghazali yang mengatakan seperti ini, ‘Bawa anak-anakmu ke ulama, maka nantinya Allah akan jadikan anak-anakmu ulama. Kalau Allah mentakdirkan anakmu menjadi ulama, Insya Allah, cucumu, buyutmu suatu saat nanti Allah muliakan menjadi ulama’,” ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama, Muslim Ibnu Mahmud mengatakan ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mendekatkan anak dengan Alquran. Pertama, selalu menyempatkan untuk datang ke komunitas pecinta Alquran.

Kedua, ajak ke tempat-tempat seperti museum Alquran supaya lebih tahu tentang sejarah Alquran. Ketiga, ceritakan kisah-kisah para sahabat ulama yang menghafal Alquran. “Harapannya agar anak-anak termotivasi dan bangkit semangatnya untuk menghafal Alquran. Kita juga selalu menyempatkan silaturrahim dengan para ulama sekaligus meminta doa,” katanya.

Namun demikian, kata dia, hal terpenting bagi orang tua adalah berusaha semaksimal mungkin menjadi contoh yang baik untuk anak. “Sebelum anak-anak menghafal Alquran, mulai dari kita terlebih dahulu, sebagai role model, qudwah hasanah, sebagai teladan. Karena ketika kita langsung contohkan, Insya Allah anak-anak akan mengikuti,” sambungnya.

Muslim juga menuturkan bahwa tidak ada kata terlambat dalam belajar dan menghafal Alquran. “Saya banyak melihat mereka yang usianya lanjut, 60 tahun pun bisa hafal 30 juz. Jadi tidak ada kata terlambat untuk terus belajar Alquran. Teruskan, jangan hanya anak dan cucu, tapi kita pun juga bisa,” pesannya.

Sementara itu, Erwin Raja mengatakan, jika ingin mempunyai anak yang shaleh, maka harus menshalehkan diri terlebih dahulu. Menurutnya, anak harus diperhatikan mood-nya termasuk ketika diajak menghafal Alquran.

“Kalau anak-anak memang nomor satunya adalah mood. Tidak boleh ada paksaan, tapi harus ada sosok atau figur yang disegani oleh anak. Orang tua harus bisa saling berbagi untuk mengarahkan anak kepada Alquran agar selalu berkembang. Barengi pendampingan Alquran dengan kalimat-kalimat tauhid,” katanya. (njs) 

Responsive image
Other Article
Responsive image
gomuslim
Get it on the play store