:
:
News
Kuota Cadangan Calon Jemaah Haji Belum Dirilis, Ini Penjelasan Kemenag 

gomuslim.co.id- Persiapan penyelenggaraan ibadah haji 1439H/2018M terus dilakukan. Daftar jemaah yang berhak melunasi pembayaran haji pun telah dirilis oleh Kementerian Agama melalui Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah baru-baru ini.

Kasubdit Pendaftaran Haji Direktorat Pelayanan Haji Dalam Negeri, Noer Aliya Fitra (Nafit) mengatakan daftar tersebut belum termasuk kuota cadangan. Ia menyebut pihaknya baru akan mengumumkan calon jemaah haji yang berhak melunasi dengan status sebagai kuota cadangan ini pada proses pelunasan tahap kedua.

“Kami sudah mengidentifikasi calon jemaah haji yang masuk dalam kuota cadangan. Sebab, mereka diambil dari antrian berikutnya dari jemaah haji yang sudah dirilis berhak melakukan pelunasan,” ujarnya.

Ia menambahkan pengumuman kuota cadangan ditunda karena masukan dari daerah. Ada masukan bahwa skema tahun lalu di mana rilis dilakukan bersamaan, justru membuat beberapa jemaah kuota cadangan menjadi salah paham.

“Kami saat ini masih menunggu Peraturan Presiden tentang Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH). Menyusul kemudian Keputusan Menteri Agama dan Keputusan Dirjen PHU tentang pelunasan. Kemungkinan proses pelunasan tahap pertama itu akan dilakukan pada awal April,” tegasnya.

Seperti diketahui, Pelunasan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama diperuntukan bagi jemaah haji reguler yang lunas tunda tahun sebelumnya dan jemaah haji urutan masuk kuota tahun ini yang belum berhaji, telah berusia 18 tahun, atau sudah menikah.

Tahap kedua dibuka jika saat pelunasan tahap pertama ditutup, masih ada sisa kuota. Sisa kuota itu diperuntukkan bagi jemaah dengan urutan sebagai berikut:

1. Jemaah yang mengalami gagal sistem pada pelunasan tahap pertama;

2. Jemaah masuk kuota tahun ini yang berstatus sudah haji;

3. Penggabungan suami/istri dan anak kandung/ortu yang terpisah;

4. Jemaah lanjut usia minimal 75 tahun dan dapat didampingi 1 orang pendamping; dan

5. Jemaah yang masuk dalam kuota  cadangan.

Sebagaimana tahun sebelumnya, Ditjen PHU memberi kesempatan kepada jemaah yang masuk dalam status cadangan sebanyak 5% dari total kuota atau sekitar 10.200 orang.  (njs/kemenag/foto:tribunjateng)

Responsive image
Other Article
Responsive image
gomuslim
Get it on the play store