:
:
News
Jelang Ramadhan, PPPA Daarul Qur'an Siapkan Imam Tarawih Terbaik di 300 Masjid

gomuslim.co.id- Tidak lama lagi Bulan Ramadhan akan tiba, banyak amalan yang dapat dilakukan selama satu bulan penuh. Salah satunya dengan mengerjalan shalat sunnah tarawih. Meski dianjurkan karena bisa memiliki keistimewaan dapat menghapus doa-dosa yang lalu, Ketua Daarul Qur'an Tarmizi As Shidiq mengatakan pentingnya untuk mengondisikan faktor-faktor yang mempengaruhi pelaksanaan tarawih.

Hal ini bertujuan agar shalat sunnah tersebut dapat dijalankan dengan khusyuk dan optimal. Katanya, salah satu faktor yang mempengaruhi itu ialah bermakmum pada imam pilihan.

Sementara, seorang imam haruslah memenuhi syarat pokok afdholiyah, seperti hafidzh Alquran dan suaranya merdu serta mampu mentadabburkan (menghayati) ayat-ayat Alquran yang dibacakannya. Karena hal itulah, PPPA Daarul Qur'an akan menyelenggarakan program Tarawih 300 Masjid pada bulan Ramadhan tahun ini.

Langkah ini dipilih untuk memenuhi kebutuhan kaum Muslimin akan imam pilihan. Program tersebut merupakan layanan Daqu untuk menyediakan imam-imam pilihan guna memimpin Tarawih dan memberikan kuliah tujuh menit (kultum) Ramadhan.

"Kita menyediakan imam pilihan untuk memimpin shalat Tarawih. Para imam ini masih muda, santri atau alumni Daarul Quran, hafizh Quran, bersuara merdu, dan piawai membawakan tausiyah," ujar Tarmizi, Kamis (15/03/2018).

Dalam hal ini, Daqu akan menyiapkan tenaga imam-imam muda. Mereka di antaranya merupakan santri di usia SMP dan SMA, yang berasal dari pesantren tahfizh Daqu, pesantren, rumah tahfizh atau rumah tahfizh Takhassus. Imam yang dipersiapkan, menurutnya, mencakup dari kalangan laki-laki maupun perempuan, yang memang memiliki kualitas secara bacaan dan memiliki banyak hafalan juz.

Sedangkan, kata Tarmizi, dalam bentuk penyelenggaraan Program Tarawih 300 Masjid,  Daqu akan mengadakan Tarhib Ramadhan pada awalan sebelum Ramadhan. Tak hanya itu, Daqu juga akan mengadakan seminar atau dialog dengan imam-imam muda yang mereka bimbing sebagai kader dari pesantren.

“Kegiatan itu dilaksanakan di beberapa kota seperti di Makassar, Bandung, Yogyakarta, dan beberapa tempat lainnya,” tukasnya. (nat/dbs/foto:prelo)

 

Responsive image
Other Article
Responsive image