:
:
News
Kebangkitan Industri Syariah Nasional Diperkirakan Terjadi pada 2019 

gomuslim.co.id- Perkembangan industri syariah dalam beberapa tahun terakhir sangat pesat. Sejumlah kalangan bahkan memprediksi bahwa 2019 menjadi tahun kebangkitan industri syariah. Hal ini seiring dengan besarnya potensi dari industri ini.

Menurut Corporate Communication & Sharia Director Prudential Indonesia Nini Sumohandoyo, Indonesia sendiri mempunyai potensi besar untuk membangkitkan industri syariah. Hal demikian mengingat poplasi penduduk Indonesia yang mayoritas muslim.

Di sisi lain, industri syariah saat ini juga sudah mulai dikenal secara global di sejumlah negara, termasuk negara-negara non muslim. “Tren pasar syariah di negara non muslim berkembang cukup pesat. Tren syariah sekarang mulai dikenal di berbagai lini, seperti pariwisata halal, makanan halal, fashion, hingga tren kosmetik halal,” ujarnya baru-baru ini.

Ia memberikan contoh Jepang, yang telah mempromosikan pariwisata dan restoran halal kepada turis asing. Sejak Jepang mengenalkan pariwisata halal, jumlah turis yang berkunjung melonjak terutama dari Indonesia dan Malaysia. Produk syariah juga banyak dinikmati oleh kalangan non muslim.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, pemerintah sangat serius untuk menggarap potensi industri syariah dan tidak ingin hanya menjadi target pasar dan produk industri negara-negara lain, hanya sekadar dari konsumen. “Dengan potensi pasar yang besar di negara kita, kita harus menjadi penggerak utama perekonomian syariah,” katanya.

Kepala Negara menekankan, agar dalam pengembangan industri keuangan syariah harus betul-betul bermanfaat bagi hal-hal yang produktif, termasuk mendukung upaya penanggulangan kemiskinan, dalam rangka menekan angka ketimpangan.

Menurut Presiden, sesuai data yang diterimanya penggunaan pembiayaan syariah adalah 41,8%. Sebagian besar, menurut Presiden, masih digunakan untuk konsumsi, sedangkan pembiayaan untuk modal kerja dan investasi masing-masing baru mencapai 34,3% dan 23,2%.

Presiden juga meminta agar pada tahun 2018 ini LKM Syariah, bank wakaf mikro terutama yang berlokasi di pesantren-pesantren lebih diperbanyak jumlahnya dan diperluas, sehingga mencakup seluruh wilayah Indonesia.

Namun Presiden Jokowi mengingatkan, pembenahan juga harus dilakukan dalam pengelolaan zakat dan wakaf, sehingga bisa mendukung program pengentasan kemiskinan, serta mengurangi ketimpangan. (njs/dbs/foto:bsm)

 

Responsive image
Other Article
Responsive image