:
:
News
Fasilitasi Fans Muslim, FIFA Segera Luncurkan Panduan Travel Ramah Muslim pada Piala Dunia 2018

gomuslim.co.id- Perhelatan Akbar Piala Dunia 2018 akan segera berlangsung di Rusia. Kompetisi antar negara empat tahunan itu bakal menyedot perhatian warga dunia penggemar sepakbola, termasuk di dalamnya masyarakat Muslim. Asosiasi Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) memperkirakan akan ada 100 ribu penggemar Muslim hadir di sana.

Merespon hal tersebut, FIFA berencana mengeluarkan panduan perjalanan bagi penggemar Muslim selama menyaksikan Piala Dunia 2018 di Negeri Beruang Merah. Nantinya, panduan tersebut akan menrinci beberapa hal seperti lokasi masjid, restoran halal, sampai informasi waktu shalat.

Seperti diketahui, pada gelaran Piala Dunia kali ini, tujuh negara yang lolos menjadi peserta Piala Dunia mulai 14 Juni mendatang yang berpenduduk mayoritas Muslim. Ketujuh Negara tersebut di antaranya Arab Saudi, Mesir, Maroko, Iran, Tunisia, Senegal dan Nigeria.

Arab Saudi akan menjalani pertandingan pertama pada pembukaan Piala Dunia 2018 di Stadion Luzhniki, Moskwa, 14 Juni, yaitu melawan tuan rumah Rusia. Pertandingan tersebut bertepatan dengan akhir bulan puasa Ramadhan, yang ditandai dengan hari pertama perayaan Idul Fitri.

Untuk perhelatan turnamen sepak bola dunia tersebut, Mesir telah memilih Chechnya sebagai basis tim mereka. Islam adalah agama yang dominan di sana. Sedangkan, pada 20 Juni Iran akan memainkan Spanyol di Kazan, ibu kota mayoritas Muslim di Tatarstan. Di wilayah itulah, setidaknya terdapat sekitar 50 masjid.

Menurut Sekretaris Jenderal FIFA Fatma Samoura, badan sepak bola dunia itu bertujuan membuat perhelatan tersebut senyaman mungkin bagi para penggemar Muslim yang bepergian ke Rusia untuk menyaksikan turnamen akbar ini. Samoura sendiri merupakan Muslim asal Senegal.

Ia mengatakan Piala Dunia tahun ini akan menampilkan tujuh tim yang akan memiliki mayoritas pemain Muslim. Sementara sebagian besar penggemar akan menjalankan puasa Ramadhan yang berakhir tepat sebelum pertandingan pembuka.

"Kami di FIFA ingin memastikan semua Muslim, apakah mereka pemain, staf atau penggemar memiliki semua informasi yang mereka butuhkan jika mereka menginginkannya, misalnya membeli makanan halal atau shalat," kata Samoura seperti dilansir dari publikasi Arab News, Kamis (08/03/2018).

Sebelumnya, pada Desember 2017, Kepala Asosiasi Sepak Bola Mesir Hany Abo Rida menyuarakan kekhawatirannya jika Ramadhan bisa menghambat persiapan negaranya menuju turnamen Piala Dunia. Menurutnya, jika para pemain berpuasa, peluang timnya kalah dalam pertandingan akan meningkat secara substansial.

"Anda harus mengerti gaya hidup mereka akan benar-benar berubah selama Ramadhan, mereka tidak akan tidur di malam hari dan tidak akan makan pada siang hari. Apakah ini persiapan yang produktif?" ungkapnya. (njs/arabnews/dbs/foto:aljazeera)

 

Responsive image
Other Article
Responsive image