:
:
News
Asosiasi Islam Cina Apresiasi Kebijakan Kebebasan Beragama di Ningxia

gomuslim.co.id- Langkah pemerintah lokal China dalam mempromosikan persatuan etnis dan kebebasan beragama di Daerah Otonomi Ningxia Hui di Barat Laut Cina mendapat apresiasi dari Asosiasi Islam Cina (IAC). Hal ini disampaikan langsung wakil ketua sekaligus juru bicara asosiasi IAC, Jin Rubin.

Ia menyebutkan sebagai pusat utama umat Islam di Cina, wilayah Ningxia telah melakukan hal besar untuk Islam karena mendorong untuk melindungi kebebasan beragama melalui berbagai ukuran, termasuk sektor pendidikan. Beberapa waktu lalu, Lembaga Sosialis Ningxia dan Lembaga Islam Ningxia telah melakukan pelatihan atau seminar mengenai urusan agama.

"Karena kebanyakan imam di Cina hanya memiliki latar belakang pendidikan sekolah menengah atas, mereka begitu ingin memperkaya pengetahuan agama dan memperbaiki diri dan lebih baik dalam melayani para penganut agama dan kesejahteraan masyarakat," ujarnya seperti dilansir dari publikasi Global Times, Rabu (07/03/2018).

Wilayah Ningxia sendiri memiliki seperlima dari kelompok etnis Hui di Cina. Ada sekitar 2,47 juta penduduk Hui, yang menyumbang sebesar 36 persen dari populasi wilayah tersebut. Sebagian besar dari mereka menganut Islam.

“Wilayah ini memiliki sebanyak 4.391 masjid dan 10.150 imam yang terdaftar, yang membuat staf keagamaan menjadi kelompok penting untuk mempromosikan patriotisme dan persatuan di sana,” katanya.

Lebih lanjut, Jin menuturkan pemuda Muslim di Cina sangat menginginkan untuk belajar tentang perkembangan di sektor keagamaan. “Kebijakan kebebasan beragama Cina telah dipuji oleh beberapa negara Arab. Itu memberi mereka kepercayaan lebih tinggi untuk berbagi cerita tentang Muslim Cina kepada dunia,” ungkapnya.

Katanya, selama pertukaran keagamaan, Cina harus secara tegas menolak infiltrasi (penyusupan) dari ekstrimisme. Ia mencatat, bahwa anti-ekstrimisme telah menjadi konsensus dalam dunia Islam. "Ekstrimisme telah menyimpangkan doktrin-doktrin Islam untuk melayani agenda politik mereka, dan cita-cita yang inklusif selalu menjadi arus utama dalam dunia Islam," tambahnya. (njs/globaltimes/dbs/foto:satuharapan)

 

Responsive image
Other Article
Responsive image