:
:
News
Ekonomi Syariah dan Sektor Pariwisata Bisa Jadi Sumber Ekonomi Baru Indonesia

gomuslim.co.id- Sektor pariwisata dan ekonomi syariah dapat menjadi pertumbuhan ekonomi baru di Indonesia. Kedua hal ini menjadi penting untuk dikembangkan menyusul ketidakpastian ekonomi global yang kini sedang terjadi.

Demikian disampaikan Gubernur Bank Indonesia, Agus Martowardojo baru-baru ini. Menurutnya, sektor pariwisata Indonesia mempunyai potensi yang besar di mana banyak daerah yang memiliki keindahan alam yang belum trekspos sehingga dengan menata lebih baik ini akan menjadi sumber prtumbuhan yang sangat baik.

"Sumber pertumbuhan ekonomi baru, kita lihat menyorot adalah dari sisi tourism, pariwisata menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru. Kita juga lihat maritim jadi sumber ekonomi baru," ujarnya.

Sebagai negara dengan populasi muslim terbesar di dunia, sambung dia, Indonesia juga bisa mengembangkan ekonomi Islam sehingga bisa menciptakan ekonomi berbasis syariah. "Jadi ekonomi syariah itu memungkinkan global halal chain akan meliputi Indonesia dan itu akan menjadi sumber pertumbuhan ekonomi yang baru," katanya.

Ia mengatakan bahwa pemeritah Indonesia dapat menjelaskan kepada dunia mengenai Indonesia sebagai negara dengan ekonomi terbesar ke-15 dunia. "Kita akan terus menjadi negara yang kuat, bisa tumbuh sustainable, dan inklusif," ungkapnya.

Sementara itu, Direktur Pelaksana atau Managing Director Dana Moneter Internasional (IMF) Christine Lagarde menuturkan, ketidakpastian global ini akan dihadapi beberapa negara termasuk Indonesia. Salah satunya hal ini disebabkan kenaikan suku bunga yang akan dilakukan bank sentral AS.

Meski demikian, dia menilai sistem perekonomian Indonesia sudah memiliki fondasi yang kuat, yakni tren inflasi yang rendah serta nilai tukar yang stabil. Namun menurutnya, sumber-sumber perekonomian baru diharapkan bisa menopang ketidakpastian global. "Perekonomian global lebih dari sekedar dalam proses pemulihan, kami melihat volatilitas dan gangguan pada beberapa minggu yang lalu," paparnya.

Lagarde menambahkan, digitalisasi juga akan menjadi model pertumbuhan ekonomi baru. Karenanya, ia menyebutkan revolusi digital juga perlu dipersiapkan.  "Dari kecerdasan buatan, robotika, hingga bioteknologi, sampai fintech. Sebuah studi McKinsey baru-baru ini menemukan fakta bahwa 60 persen pekerjaan saat ini akan segera diotomatisasi. Jadi, kita semua perlu memikirkan masa depan pekerjaan," jelasnya.

Di Indonesia, ia melihat pertumbuhan ekosistem digital yang dinamis dengan lebih dari 1.700 startup. Contoh perusahaan startup yang berkembang baik adalah Go-Jek karena mampu menciptakan aplikasi digital unutk berbagai fungsi pelayanan.

"Dengan memperbaiki infrastruktur digital dan dengan membuat sistem pendidikan sesuai untuk masa depan, saya percaya bahwa segera ekonomi digital dapat berlangsung di seluruh dunia," ungkapnya. (njs/dbs/foto:pesonaindonesia) 

Responsive image
Other Article
Responsive image