:
:
News
BNI Syariah Laporkan Pertumbuhan Laba Bersih Sepanjang 2017

gomuslim.co.id- Perbankan syariah di Indonesia terus mencatatkan pertumbuhan positif sepanjang tahun 2017 lalu. Salah satunya seperti BNI Syariah yang mengalami pertumbuhan laba bersih mencapai 10,6 persen. Angka ini naik menjadi Rp306,68 miliar dari tahun sebelumnya yang mencapai Rp 277,37 miliar.

Menurut Plt. Direktur Utama BNI Syariah Abdullah Firman Wibowo, pertumbuhan Iaba tersebut ditopang oleh ekspansi pembiayaan, peningkatan fee based, dan rasio dana murah yang optimal. “Pertumbuhan positif ini tentunya juga didukung dengan kualitas pembiayaan yang dapat terjaga di angka 2,89 persen dibawah rata-rata industri yang mencapai 4,77 persen,” ujarnya, Selasa (27/02/2018).

Ia menjelaskan komposisi pembiayaan tahun 2017 disumbang oleh segmen konsumer sebesar Rp12,16 triliun (51,5 persen). Lalu diikuti segmen Kecil dan Menengah sebesar Rp5,13 triliun (21,7 persen), segmen komersial Rp4,53 triliun (192 persen). Adapun segmen Mikro Rp1,40 triliun (5,9 persen), dan Hasanah Card Rp371,62 Miliar (1,7 persen).

“Aset perseroan tahun 2017 mencapai Rp34,82 triliun atau naik sebesar 23 persen dari tahun 2016, lebih tinggi dari pertumbuhan industri sebesar 19 persen. Dari sisi bisnis, BNI Syariah telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp23,60 triliun atau naik 15,14 persen sejalan dengan pertumbuhan industri sebesar 15,16 persen,” paparnya.

Dalam menyalurkan pembiayaan, BNI Syariah terus menjaga kualitas pembiayaan, dimana tahun 2017 rasio Non Performing Financing (NPF) BNI Syariah sebesar 2,89 persen, di bawah rata-rata industri yang mencapai 4,77 persen. Selain pembiayaan, penghimpunan Dana Pihak Ketiga mencapai Rp29,38 triliun atau naik 21,2 persen, lebih tinggi dari pertumbuhan industri sebesar 19,8 persen dengan jumlah nasabah sebesar 2,5 juta.

“Komposisi Dana Pihak Ketiga tersebut didominasi oieh dana murah (Giro dan Tabungan) yang mencapai 51,60 persen. Kepercayaan atas kinerja BNI Syariah juga diwujudkan oleh BNI Induk yang telah melakukan penambahan modal di tahun 2017 sebesar Rp1 Triliun," jelasnya.

Ia menambahkan suntikan modal tersebut bertujuan untuk meningkatkan rasio permodalan BNI Syariah menjadi 20,14 persen, menopang pertumbuhan bisnis pembiayaan serta untuk pengembangan infrastruktur lT termasuk digital banking. "Hal ini sejalan dengan komitmen BNI Syariah untuk terus mengikuti perkembangan era digital yang bergerak dinamis," katanya.

Sejumlah cara pun dikembangkan diantaranya melalui pendekatan social media engagement, aplikasi digital banking (Hasanah Digital Lifestyle, Wakaf Hasanah, Hasanah Personal) dan pemanfaatan produk digital payment BNI Yap (Your All Payment) serta terus melakukan pengembangan produk yakni BNI Griya Swakarya iB Hasanah, Official Card for Halal Tourism bagi pemegang kartu Hasanah Card.

Sementara itu, Direktur Bisnis Dhias Widhiyati menambahkan BNI Syariah sebagai Hasanah Banking Partner, berharap dapat terus memberikan kontribusi positif bagi perekonomian Indonesia. Terutama dari sisi pengelolaan keuangan syariah. "Dengan adanya berbagai pendekatan digital dan customer engagement, kami optimistis bahwa perluasan customer based perbankan syariah dapat terus meningkat," katanya.

Ia juga mengungkapkan akan memitigasi risiko NPF sesuai sasaran dengan bebera cara untuk mengatasi hal tersebut. "Tahun ketat kondisi perekonomian belum pulih ada perlambatan ekonomi berimpac ke nasabah inflow, kita lakukan monitoting, restrukturisasi dan collection," ujarnya.

Menurutnya, restrukturisasi salah satu upaya menyelamatkan nasabah agar tetap konsisten membayar tagihan. Cara ini bagian upaya preventif BNI Syariah  menjaga kualitas pembiayaan. BNI Syariah tahun ini akan dijaga kisaran 2,9 persen atau tetap di bawah 3 persen sebagai ambas batas atas yang disarankan Otoritas Jasa keuangan (OJK). (njs/dbs/foto:dpu)

Responsive image
Other Article
Responsive image