:
:
News
Allianz Syariah Catatkan Pertumbuhan Hingga 15 Persen pada Laporan Tahun 2017

gomuslim.co.id- Industri asuransi syariah semakin mendapat tempat di masyarakat. Hal ini terlihat dari capaian pertumbuhan dari beberapa perusahaan penyedia produk. Salah satunya PT Asuransi Allianz Life Indonesia. Pada 2017, perseroan mencatatkan pertumbuhan sebesar 15 persen dari total dana kelolaan produk unit linked syariah.

Menurut Chief Investment Officer PT Asuransi Allianz Life Indonesia Ni Made Daryanti, catatan tersebut merujuk pada laporan per Desember 2017. Ia bersama perusahaan pun optimistis permintaan akan menanjak tahun ini meskipun pertumbuhan unit syariah masih di bawah rata-rata.

“Total asset under management (AUM) untuk unit usaha syariahnya mencapai Rp1,5 triliun atau tumbuh 15 persen dari aset senilai Rp1,3 triliun pada 2016. Memang tidak setinggi di konvensional, tetapi unit syariah tetap tumbuh,” ujarnya beberapa waktu lalu.

Ni Made menjelaskan bahwa pertumbuhan tersebut dilatarbelakangi oleh kondisi pasar saham yang cemerlang pada tahun lalu. Hingga saat ini, perusahaan telah mengelola tiga instrumen investasi untuk unit usaha syariah, yakni terdiri dari reksa dana saham (equity fund), reksa dana campuran (balanced fund), dan reksa dana pendapatan tetap (fixed income fund).

“Masing-masing investasi bertumbuh sebesar 13,92 persen, 11,68 persen, dan, 9,65 persen. Allianz Indonesia mencatatkan total dana kelolaan unit linked mencapai Rp16,8 triliun pada 2017 atau tumbuh 20 persen dibanding 2016,” jelasnya.

Secara umum, berdasarkan iktisar data keuangan Otoritas Jasa Keuangan pada Desember 2017, aset industri asuransi jiwa syariah mencapai Rp33,48 triliun atau naik sekitar 23,6 persen dibanding aset pada 2016 yang senilai Rp27,08 triliun.

Sementara investasi asuransi jiwa syariah mencapai Rp30,4 triliun atau naik sekitar 24 persen dari Rp24,56 triliun pada 2016. Instrumen investasi terbesar dialokasikan kepada saham syariah yang mencapai Rp12,5 triliun.

Menurut Ni Made, sosialisasi menjadi kunci utama untuk menjaring lebih banyak nasabah di Allianz Life guna mengejar pertumbuhan produk unit linked syariah. Untuk itu, Allianz Life telah membekali sejumlah agennya untuk secara khusus menjual produk syariah, mengingat selera investasi pada produk syariah diprediksi akan terus menanjak.

Selain itu, perusahaan juga sedang menggodok rencana untuk menambah dua produk unit linked baru, tetapi masih belum bisa terlaksana ada awal tahun ini karena masih menunggu perumusan produk asuransinya terlebih dahulu. “Salah satunya memang rencananya syariah, tetapi belum karena harus menunggu produk asuransinya. Jadi kami belum kategorikan sebagai syariah,” tutupnya. (njs/dbs)

 

Responsive image
Other Article
Responsive image