:
:
News
Bahan Makanan Ini Sudah Dinyatakan Halal oleh Komisi Fatwa MUI

gomuslim.co.id- Secara sederhana semua makanan pada dasarnya halal. Sementara yang menjadikan haram adalah hukum Allah SWT yang berhubungan dengan perbuatan. Dalam konteks ini Anggota Komisi Fatwa MUI Pusat, Mursyidah Thahir mengatakan binatang Babi tidak haram. Karena Babi termasuk dalam kategori benda. Sedangkan perbuatan (memakan) memakan daging Babi baru bisa dikatakan haram.

Hal ini ditegaskan dalam pemaparannya mengenai materi Halal Haram dalam Alquran dan Hadist di kegiatan pelatihan Training of Trainer (ToT) Kader Dakwah Halal yang diselenggarakan oleh Lembaga Pengkaji Pangan, Obat-Obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) di gedung Global Halal Centre, Bogor, Jawa Barat, Kamis (22/02/2018).

“Tujuan Allah menciptakan halal untuk mewujudkan kemaslahatan (keluhuran, kesejahteraan dan yang berhubungan dengan hak asasi manusia) dan dengan hal ini Allah melindungi akal budi manusia,” ujar  Mursyidah.

Sementara itu, Mursyidah memberikan contoh dan penjelasan mengenai penetapan fatwa halal yang telah dikeluarkan Komisi Fatwa MUI seperti kepiting yang telah dinyatakan halal dikonsumsi oleh MUI.

“Kopi luwak juga sudah dinyatakan halal,” kata dia.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan, biji kopi yang dihasilkan dari kotoran luwak bisa tetap tumbuh menjadi pohon. Itu artinya tidak ada celah yang membuat isi dalam kopi tercemar najis kotoran hewan luwak.

“Biji kopi cukup dicuci bersih, karena masih termasuk dalam mutanajis. Dan selama bijinya tidak pecah halal. Kalau sudah pecah jadi haram karena isi biji tercemar najis, perbedaan ini yang harus diperhatikan,” paparnya.

Dalam pelatihan ToT ini, peserta yang berasal dari kalangan chef profesional Indonesia juga melakukan interaksi tanya jawab dengan pemateri, agar apa yang menjadi kendala chef bisa langsung diberikan solusinya.

Mursyidah juga mengatakan bahwa saat ini penggunaan plasenta hewan untuk campuran bahan makanan dan produk kosmetika telah dinyatakan halal oleh MUI.

“Perlu diingat plasenta yang halal berasal dari sapi yang hidup. Kalau sapinya sudah mati menjadi haram. Untuk mengambil plasenta kita tidak harus sembelih sapi karena yang diambil hanya plasentanya, maka itu kami sepakat plasenta dari hewan yang masih hidup halal,” tegas dia. (nat/foto:nat)

 

Responsive image
Other Article
Responsive image