:
:
News
Bahasa Indonesia Masuk dalam Terjemahan Khutbah Arafah Musim Haji Tahun Ini

gomuslim.co.id- Musim haji tahun ini akan memberlakukan terjemahan tujuh bahasa. Salah satunya bahasa Indonesia saat khutbah Arafah di mana ibadah wukuf berlangsung.

Rencana tersebut disampaikan oleh Vice President bidang Teknik Saudi TV, Ir Samir Asiri. Dia menyebut rencana untuk menerjemahkan khutbah Arafah dalam tujuh Bahasa itu mulanya digagas oleh Imam Masjidil Haram, Syeikh Abdul Rahman Al Sudais.

Vice Presiden bidang Teknik Saudi TV, Ir Samir Asiri bersama insinyur pertama perempuan yang bekerja di Master Control Saudi TV, Ghazal Al Qabbani menyebut khutbah Arafah dalam musim haji tahun ini akan diterjemahkan dalam tujuh bahasa.

“Dan mulai haji tahun ini, jemaah bisa menikmati khutbah arafah dalam tujuh Bahasa,” ujar Samir, Selasa (20/02/2018).

Sementara itu, ketujuh bahasa itu adalah Bahasa Inggris, Prancis, Urdu, Spanyol, Somalia, Afrika, dan Bahasa Indonesia. Secara khusus, sambung Samir, Bahasa Indonesia dipilih adalah karena jumlah jemaah haji asal Indonesia sangat banyak.

“Indonesia juga menjadi negara dengan populasi Muslim yang paling besar di dunia,” tandasnya. 

Dengan adanya penerjemahaan itu, dia berharap, warga Muslim di Indonesia juga bisa menyimak secara langsung melalui televisi maupun jaringan internet. Dalam banyak hal, hubungan Indonesai dengan Arab Saudi sangat kuat. Kedua negara, menurut dia, juga berinteraksi sangat erat dalam pelaksanaan ibadah umroh dan haji. 

Samir juga mengungkapkan bahwa dalam setiap musim haji banyak sekali wartawan dari Indonesia yang datang untuk melaporkan secara langsung pelaksanaan rukun Islam kelima itu. Saat ini, Saudi TV terus menguatkan jaringan supaya jangkauan siarannya semakin luas. Televisi milik pemerintah Arab Saudi itu sekarang menyiapkan tujuh channel dengan konten siaran yang berbeda-beda.

Channel yang paling banyak ditonton adalah channel Alquran yang menyiarkan suasana live dari Masjidil Haram (Makkah) dan channel Sunnah yang menyiarkan live suasana Masjid Nabawi (Madinah).

Di dua masjid tersebut, pihaknya terus melengkapi peralatan dan studio supaya masyarakat dunia bisa menikmati siaran secara lebih lengkap. Rencananya, kata Samir, di seluruh kompleks Masjidil Haram, Saudi TV akan memasang sekitar 400 kamera. Dengan demikian, pemirsa bisa menyaksikan situasi masjid tersebut secara langsung dari berbagai sudut. Sedangkan, di Masjid Nabawi, Saudi TV akan memasang sekitar 200 kamera. Di kedua masjid tersebut juga pihaknya membangun studio khusus untuk siaran. (nat/dbs/foto:laporanhaji)

 

Responsive image
Other Article
Responsive image