:
:
News
Pasca Aturan Mengemudi, Kini Pemerintah Arab Saudi Izinkan Perempuan Bisnis Online Tanpa Harus Izin Suami

gomuslim.co.id- Arab Saudi kian memberikan kelonggaran aturan untuk perempuan. Baru-baru ini, negara konservatif ini mengijinkan perempuan di Saudi membuka usaha tanpa harus mendapat persetujuan dari suami atau saudara laki-laki.

Seperti dilansir dari publikasi AFP, Minggu (18/2/2018) perubahan kebijakan itu telah diumumkan oleh pemerintah Saudi pada Kamis (15/02/2018). Hal ini menjadi bagian reformasi kebijakan Kerajaan Arab Saudi untuk mendorong perluasan sektor swasta agar mengalami pertumbuhan cepat.

Keputusan tersebut juga menandai sebuah langkah besar dalam sistem perwalian yang ketat selama beberapa dekade terakhir.

"Perempuan kini dapat membuka bisnis dan mendapatkan manfaat dari layanan online pemerintah tanpa harus membuktikan persetujuan dari wali," tulis kementerian perdagangan dan investasi Arab Saudi melalui laman resminya.

Sementara itu, di bawah sistem perwalian, perempuan di Arab Saudi wajib untuk menunjukkan bukti izin dari seorang wali laki-laki, biasanya suami, ayah, atau saudara laki-laki untuk mendapatkan dokumen pemerintah, bepergian, atau bahkan mendaftar kelas tertentu.

Saat ini pemerintah kerajaan minyak ini, sedang mendorong perluasan sektor swasta, termasuk penciptaan lapangan kerja untuk perempuan. Namun, masih menghadapi sejumlah pembatasan.

Pada rencana mendatang, kantor jaksa penuntut umum Saudi akan merekrut penyidik perempuan untuk pertama kalinya.

Pemerintah Saudi juga telah membuka 140 posisi untuk perempuan di bandara dan petugas perbatasan. Ada 107.000 pelamar perempuan yang telah mengajukan diri untuk mengisi posisi tersebut.

Putra Mahkota Mohammed bin Salman, pewaris takhta kerajaan, telah memimpin perluasan peran perempuan dalam angkatan kerja pada beberapa bulan terakhir.

Pada September 2017, Raja Salman telah menyetujui berakhirnya larangan mengemudi bagi perempuan yang akan mulai diberlakukan pada Juni 2018.

Pangeran Mohammed menjanjikan Arab Saudi yang moderat dan terbuka. Melalui program reformasi bertajuk Visi 2030, Saudi berusaha meningkatkan presentase perempuan di angkatan kerja dari 22 persen menjadi hampir 33 persen. (nat/afp/dbs/foto:albawaba)

 

Responsive image
Other Article
Responsive image
gomuslim
Get it on the play store