:
:
News
Dompet Dhuafa Luncurkan Program Food Bank For Asmat

gomuslim.co.id- Lembaga Filantropi Dompet Dhuafa menggagas program Food Bank For Asmat sebagai respon atas permasalahan yang menyelimuti masyarakat Asmat, Papua. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk program jangka panjang agar wabah campak dan gizi buruk di sana tidak terjadi lagi.

Menurut Direktur Utama Dompet Dhuafa, Imam Rulyawan, Food Bank For Asmat ini diluncurkan untuk menunjang kehidupan yang sejahtera. "Program jangka panjang selama satu tahun ini diharapkan dapat membawa perubahan bagi masyarakat Asmat dan sekitarnya yang Iebih baik sehingga kasus gizi buruk dan campak dapat ditanggulangi," ujarnya, Rabu (14/2/2018).

Food Bank For Asmat sendiri merupakan intervensi terintegrasi multisektor dengan pendekatan pemberdayaan masyarakat. Sederhananya, food bank adalah program kemandirian pangan. Program ini diharapkan mampu menyediakan logistik makanan untuk kebutuhan masyarakat Asmat mulai dari hulu hingga hilir, mulai dari suplai, penyimpanan hingga distribusi.

Menurut Kamaludin, Relawan Kemanusiaan Dompet Dhuafa, Food Bank itu sebenarnya tagline yang didalamnya ada beberapa program yang terintegrasi seperti program kesehatan, lingkungan, sosial dan ekonomi. “Seperti penyediaan lumbung pangan, infrastruktur air bersih dan penyediaan kanal bagi warga serta pemberdayaan ekonomi. Pilot projectnya sendiri di Kampung Sawah, Distrik Agats,” jelasnya.

Pada kesempatan yang sama, General Manajer Kesehatan Dompet Dhuafa, dr Rosita Rivai menyebutkan sebenarnya alam Papua sangat kaya, tapi masyarakat Asmat masih perlu diajarkan bagaimana tentang pengelolaannya sehingga bisa menghasilkan pangan. "Sehingga, pangan yang ada bisa disimpan sehingga tidak terjadi kelaparan. Kemudian, pola konsumsi pangan dan pola hidup mereka juga kita perlu intervensi," katanya.

Sementara itu, Relawan Ikatan Dokter Indonesia (IDI), dr. Khalik Malik menyebutkan bahwa pihaknya secara reguler mengadakan kegiatan terintegrasi di Asmat. Salah satunya termasuk tentang pemenuhan tenaga kesehatan. “Karena di sana dari 23 distrik, 224 kampung itu hanya ada 13 puskesmas yang berfungsi. Dan yang ada dokternya baru 6 orang. Ini momentum penanganan masalah gizi buruk di sana jadi kesempatan baik,” paparnya. (njs)

 

Responsive image
Other Article
Responsive image
gomuslim
Get it on the play store