:
:
News
Ini Saran MUI untuk Bawaslu Terkait Materi Khutbah

gomuslim.co.id- Wakil ketua umum Majelis Ulama Indonesia MUI, Prof Yunahar Ilyas menyampaikan bentuk apresiasi kepada Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), terkait wacana perampungan materi dakwah terkait gelaran Pilkada.

MUI berharap Bawaslu tidak terlalu jauh memasuki ranah suatu agama tanpa menggandeng pihak-pihak yang lebih berwenang. 

"Sebaiknya, Bawaslu bekerja sama menyiapkan materi khutbah tentang pemilu dengan lembaga yang otoritatif keagamaan, (untuk Islam) seperti dengan MUI, ormas-ormas Islam, atau Kemenag. Ini supaya materinya lebih dipercaya dan tidak ada yang kontroversial sehingga efektif," tutur Yunahar Ilyas, Minggu (11/02/2018).

Adapun gelaran pemilihan kepala daerah pada tahun ini berlangsung serentak di 17 provinsi, 115 kabupaten, dan 39 kota. Salah satu langkah Bawaslu untuk meredam potensi konflik adalah menggunakan pendekatan yang merangkul umat agama-agama.

Sementara itu, untuk agama Islam, pihak Bawaslu menilai khutbah Jumat dapat menjadi sarana yang strategis untuk mengingatkan publik agar menghindari politik uang dan politisasi suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).

Hal senada juga diungkapnya anggota Bawaslu, Mochammad Afifuddin, menyebut pemberian materi khutbah akan dirampungkan dalam waktu dekat.

"Sedang disusun, paling dua pekan selesai," tutur Afifuddin usai acara deklarasi di Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (10/02/2018).

Afifuddin menekankan wacana dari pihaknya ini tidak bermaksud mewajibkan atau mengatur pihak-pihak tertentu.

“Jadi, orientasinya adalah sosialisasi, bukan teks atau mengatur khatib,” tandasnya. (nat/dbs/foto:mui)

 

Responsive image
Other Article
Responsive image
gomuslim
Get it on the play store