:
:
News
BI: Kepedulian pada Ekonomi Syariah Bukan Hanya dari Negara Muslim

gomuslim.co.id- Kepedulian terhadap ekonomi syariah saat ini tidak hanya ditunjukan oleh negara-negara muslim, tetapi juga negara non muslim. Hal ini menjadi indikasi bahwa ekonomi syariah sudah menjadi paradigma global dan bagian penting bagi dunia.

Demikian disampaikan Asisten Direktur Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah Bank Indonesia (BI) Jardine A Husman baru-baru ini. Menurutnya, beberapa negara non muslim mulai bergeliat mengembangkan sektor ini.

Jardine pun mencontohkan negara Jepang yang sudah berkomitmen pada perkembangan ekonomi syariah. Ia menyebut bahwa Jepang fokus menyasar sektor makanan halal untuk menjadi kunci pertumbuhan ekonomi negaranya. "Jepang menargetkan sektor halal pada 2020 men-drive pertumbuhan ekonomi Jepang," ujarnya di Jakarta, Sabtu (10/2/2018).

Indonesia sendiri saat ini pangsa asset nasional dari industri keuangan syariah masih berada dibawah lima persen. Ia mengatakan perkembangannya masih lambat meski ekonomi syariah sudah dirancang lebih dari 10 tahun lalu.

Ia juga mencontohkan Brazil yang sudah menjadi pemasok daging ayam halal terbesar di dunia. Sementara Thailand percaya diri mengenalkan negaranya sebagai dapur halal dunia. Bahkan, Inggris ingin menjadi pusat keuangan syariah di negara barat. "Itu perlihatkan negara dunia sudah berlomba-lomba," katanya.

Menurut Jardine, Indonesia sebenarnya memiliki peluang dan potensi besar mengembangkan ekonomi syariah. Namun, ia menyayangkan karena tidak banyak pihak yang tahu terhadap potensi itu.

“Ekonomi syariah bukan sekadar perbankan syariah. Kendati, itu memang bagian dari keuangan syariah. Gambaran ekonomi syariah jauh lebih luas dari perbankan syariah. Perlu permintaan, menitikatkan usaha syariah," jelasnya.

Selain itu, ia juga mengapresiasi kebijakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) mencanangkan ekonomi syariah menjadi agenda nasional melalui Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS). Hal itu membuktikan Indonesia memiliki visi besar menjadi pusat ekonomi syariah dunia. "Potensi kita besar, kita punya masyarakat besar," ungkapnya.

Salah satu target KNKS, yakni menjadikan Indonesia berpenghasilan terbesar keempat di dunia pada 2035, setelah Cina, India, dan Amerika Serikat. Ia menegaskan Indonesia memiliki peluang besar karena sudah menjadi pusat makanan halal, belanja turis paling besar di dunia, farmasi obat dan kosmetik terbesar di dunia. "Sayangnya walaupun memiliki pasar yang besar, Indonesia bukan jadi player (pemain)," ujar dia.

Ia juga mengingatkan, Presiden Jokowi menegaskan perlunya startegi nasional mengembangkan ekonomi syariah, khususnya industri produk dan pariwisata halal. "Usulan startegi nasional, tujuan kami jadi pusat ekonomi dan keuangan syariah dunia pada 2024," tutupnya. (njs/dbs/foto:depokpos)

Responsive image
Other Article
gomuslim
Get it on the play store