:
:
News
Sepuluh Rumah Sakit Ini Bakal Dapat Label Syariah

gomuslim.co.id- Pengembangan rumah sakit syariah di Indonesia terus dilakukan sejumlah pihak. Hal ini dilakukan dalam rangka pemenuhan pelayanan yang selaras dengan nilai-nilai Islam kepada masyarakat.

Ketua Majelis Upaya Kesehatan Islam Seluruh Indonesia (Mukisi), Masyhudi mengatakan tahun ini akan ada 10 rumah sakit di Indonesia yang mendapatkan sertifikat syariah. Pemberian label syariah ini akan diberikan dalam acara Islamic Healtcare Conference and Expo (IHEX) yang bakal dihelat pada 10-12 April 2018 mendatang.

Adapun kesepuluh rumah sakit itu antara lain RS PKU Muhammadiyah Wonosobo, RS Amal Sehat Wonogiri, RS PKU Muhammadiyah Jogyakarta, RS PDHI Jogyakarta, RS Haji Jakarta, RS Sari Asih Ciledug, RS Arrahmah Tangerang, RS Islam Jakarta, RS Islam Malang dan RS Islam Muhammadiyah Lamongan.

“Saat ini sudah ada dua rumah sakit berbasis syariah yakni Rumah Sakit Sultan Agung Semarang dan Rumah Sakit Nur Hidayah Yogyakarta. Jadi April mendatang sudah ada 12 rumah sakit yang mendapatkan label syariah dari Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN MUI),” paparnya.

Menurut Masyhudi, produk dan jasa dalam pelayanan kesehatan berbasis syariah saat ini terus bertambah. Ia menyebut hal tersebut sebagai bukti bahwa ghirah umat untuk mencari pengobatan di rumah sakit yang Islami semakin kuat. "Ini menjadi indikator akan tingginya kesadaran umat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan dalam keberkahan," ujarnya.

Ia menjelaskan, rumah sakit syariah merupakan rumah sakit yang seluruh aktivitasnya berdasar pada Maqashid al Syariah al Islamiyah. Hal ini sesuai dengan konsep maqashid syariah menurut Imam Syatibi yaitu memelihara Agama (hifdz ad-diin), memelihara Jiwa (hifdz an-nafs), memelihara Keturunan (hifdz an-nasl), memelihara Akal (hifdz al-aql), dan memelihara Harta (hifdz al-mal).

"Yang bisa menjadi rumah sakit syariah bukan hanya rumah sakit Islam. Tapi rumah sakit milik pemerintah pun juga tidak tertutup," ungkapnya.

Dalam penyusunan standar sertifikasi rumah sakit berbasis syariah mengacu pada standar akreditasi dari Komite Akreditasi Rumah Sakit (KARS) yang kemudian ditambahan unsur-unsur syariah di dalamnya. Standar tersebut terbagi dalam dua kelompok utama; Standar yang berfokus pada layanan pasien dan perawatan di rumah sakit.

Di antara standar tersebut, hal-hal yang bersifat normatif dan tidak mengandung nilai syariah dalam standar dan implementasinya tidak dimasukkan ke dalam standar sertifikasi rumah sakit syariah. Dari standar tersebut, unsur penilaian ditentukan untuk menilai tingkat kepatuhan.

Unsur penilaian terdiri atas kajian dokumen, survei pasien dan survei fasilitas yang sesuai dengan metodologi penilaian oleh akreditasi rumah sakit KARS. Untuk penilaian sertifikasi ini sepenuhnya menjadi kewenangan DSN- MUI. "Tetapi pelaksanaannya dilakukan dengan kerja sama antara DSN- MUI dengan Mukisi," jelasnya.

Kemudian, dalam Sertifikasi Rumah Sakit Syariah dibagi dua kelompok yaitu kelompok Standar yang mengatur pada aspek manejemen dan kelompok standar yang mengatur pada aspek pelayanan rumah sakit syariah. "Untuk menjadi rumah sakit syariah, setidaknya ada 51 persyaratan standar serta 173 elemen penilaian," jelasnya.

Menurutnya, saat ini banyak rumah sakit Islam yang ingin mendapatkan label syariah. Maklum saja, tidak ada kendala untuk mendapatkan sertifikat syariah. Kendala tidak ada hanya memang perlu persiapan secara matang saja. "Terpenting rumah sakit sudah mendapatkan mengacu pada standar KARS, yang bermutu dan menjaga keselamatan pasien," tutupnya. (njs/dbs/foto:ngelmu)

Responsive image
Other Article
Responsive image
gomuslim
Get it on the play store