:
:
News
Tanggapi Kenaikan Biaya Haji, Ini Pesan Wapres Kepada BPKH

gomuslim.co.id- Wakil Presiden Republik Indonesia, Jusuf Kalla (JK) turut menanggapi terkait prediksi naiknya biaya haji pada 2018. Ia berharap Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) ke depannya dapat menginvestasikan dana haji dengan baik dan menguntungkan. Hal ini agar biaya perjalanan ibadah tahunan umat Islam lebih bisa ditekan.

Seperti diketahui, ongkos haji pada 2018 diprediksi naik sebesar 2,58 persen atau sekitar Rp 900.670. Jusuf Kalla menilai keuntungan dari investasi dana haji ini bisa saja digunakan untuk membiayai kenaikan biaya haji tersebut.

“Tapi, BPKH harus menginvestasikan dana haji tersebut dengan baik dan hati-hati karena digunakan untuk jangka panjang. Karena kalau anda setor hari ini nanti naiknya 10-15 tahun lagi, kalau tidak diatur dengan baik bisa sulit. Jadi karena itu harus hati-hati, tapi pada dasarnya kita bisa," ujarnya, Selasa (23/1/2018).

Ia pun mencontohkan Lembaga Tabung Haji Malaysia yang berani mengambil langkah. Menurutnya, lembaga tersebut tetap berhati-hati menginvestasikan dana haji di sejumlah sektor seperti sawit, tambak, dan juga investasi gedung. Namun hal tesebut justru memberikan keuntungan.

“Melalui investasi tersebut, maka pengelolaan dana haji di Lembaga Tabung Haji Malaysia berjalan dengan baik dan menguntungkan. Mereka sangat bagus pengelolaannya, dan berani (untuk investasi)," katanya.

Sekadar informasi, kenaikan biaya haji membuat masyarakat terpaksa harus merogoh kocek lebih dalam yakni dari biaya haji Rp 34,89 juta menjadi Rp 35,79 juta. Jusuf Kalla menjelaskan, kenaikan dana haji ini disebabkan karena Pemerintah Arab Saudi ingin memperbaiki ekonominya dan tidak tergantung kepada minyak saja.

Salah satu upaya Pemerintah Saudi untuk memperbaiki ekonomi negaranya yakni dengan mengenakan pajak di sejumlah sektor. Karena itu, biaya haji pada 2018 ikut naik akibat adanya kebijakan pajak tersebut. "Selama ini di Saudi semua free tidak ada pajak, karena Saudi ingin memperbaiki ekonominya maka mereka sudah mulai bayar pajak, PPN, dan sebagainya," ungkapnya.

Jusuf Kalla menegaskan, biaya haji naik bukan karena biaya pokoknya naik. Namun karena dikenakan pajak service termasuk visa, katering, dan transportasi. Pemerintah sendiri memaklumi jika Arab Saudi harus menaikan biaya ibadah haji. (njs/dbs/foto:arminareka)

Responsive image
Other Article
Responsive image