:
:
News
Lewat Program Halal Class, MES DIY Luncurkan Program Pendampingan Sertifikasi Halal UKM

gomuslim.co.id- Pengurusan sertifikat halal bukan perkara yang mudah bagi sebagian pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM). Hal ini karena kurangnya pemahaman tentang jaminan produk halal. Merespon hal tersebut, Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) DIY meluncurkan program pendampingan untuk UKM DIY agar mempu mendapatkan sertifikasi halal dari LPPOM MUI.

Program ini diluncurkan bersamaan dengan lokakarya Kulinerku Halal. Sebuah Lokakarya dihadiri pelaku-pelaku maupun orang-orang yang ingin memulai UKM.  Menurut Pengurus MES DIY dan Direktur Halal Center Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (UGM), Nanung Danar Dono, pendampingan dilakukan supaya mereka betul-betul siap. “Jadi kita kasih pendampingan lewat Halal Class,” ujarnya, Senin (22/01/2018).

Lebih lanjut, Nanung menuturkan bahwa sertifikasi halal memang perlu dicermati mengingat peredaran pangan tidak halal d DIY semakin parah. Terlebih, sepertinya tidak ada laragan yang eksplisit untuk pangan-pangan tidak halal tersebut.

Ia pun memberikan contoh atas bebasnya penjualan daging anjing atau babi, padahal daging-daging itu bukanlah makanan manusia. Bahkan, peredaran daging-daging bangkai masih masuk tindak pidana ringan. "Karenanya, jika kita ingin menyajikan makanan halal, semestinya kita paham ciri-ciri pangan haram seperti apa, sebab sapi gelonggongan saja masih banyak beredar," katanya.

Untuk itu, ia berharap, Halal Class yang digelar MES DIY dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat secara lebih luas dan lebih jelas. Menurut Nanung, rencananya pendampingan itu akan dimulai pada awal Februari mendatang.

Dalam lokakarya Kulinerku Halal sendiri sudah dibagikan form-form pendaftaran UKM-UKM yang ingin mendapatkan bimbingan. Nantinya, memang ada syarat-syarat tertentu untuk mereka yang ingin mendatkan pendampingan sertifikasi halal. "Yang boleh mengakses itu yang hadir kuliah setidaknya 75-80 persen di Halal Class," ungkapnya.

Untuk itu, ia menekankan, pendampingan tidak akan diberikan kepada mereka yang hanya hadir Halal Class sekali atau dua kali saja. Pasalnya, mereka tentu tidak memiliki pemahaman yang cukup bila hanya minimal mengikuti Halal Class.

Nanung menambahkan, untuk bantuan yang diberikan MES DIY, memang masih diformulasikan. Menurut Nanung, pilihannya tidak lain agar separuh biaya sertifikasi maupun dipinjami dengan bunga nol persen. "Tentu tujuannya semua makanan di DIY ini halal, tapi setidaknya UKM-UKM dulu, insya Allah awal bulan Februari sudah bisa dimulai," tutupnya. (njs/dbs/foto:newsrakyatku)

Responsive image
Other Article
Responsive image
gomuslim
Get it on the play store