:
:
News
Pertumbuhan Zakat Nasional Jadi Bukti Tingginya Kepercayaan Publik

gomuslim.co.id- Pertumbuhan zakat nasional yang meningkat 20 persen sepanjang 2017 menjadi salah satu bukti kesadaran keagamaan masyarakat. Capaian tersebut juga menunjukan tingginya kepercayaan publik terhadap organisasi penghimpun dan pengelola zakat (amil) yang ada di Indonesia.

Menurut Direktur Dompet Dhuafa Imam Rulyawan, kesadaran agama tersebut perlu disyukuri. Ia menyebut orang yang pernah membayar zakat rutin tahun lalu kemungkinan kecil akan terus membayar zakat di tahun ini.

“Kerutinan seseorang membayar zakat bisa menjadi ketenangan batin dan memberikan manfaat bagi kaum yang membutuhkan. Jadi selesu apapun kondisi lembaganya atau pekerjaan karena sudah membayar zakat maka akan terus menerus membayar zakat, selain kewajiban bisa memberikan manfaat apabila penyalurannya ke lembaga professional,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Forum Zakat (FOZ) Nur Efendi raihan pengumpulan zakat tahun lalu merupakan capaian yang menggembirakan di tengah kondisi perekonomian global yang sedang bergejolak. "Dengan tumbuh 20 persen sangat bagus di mana ekonomi lesu, tapi zakat tumbuh. Artinya, tidak memengaruhi semangat mereka mendonasikan dan berbagi," katanya.

Berdasarkan data FOZ, anggota FOZ tercatat sebanyak 235 lembaga. Sebanyak 17 di antaranya sudah mendapatkan sertifikasi lembaga amil zakat nasional dari Kementerian Agama (Kemenag). Ia menyarankan, agar pengumpulan zakat semakin meningkat, lembaga amil meluncurkan program-program yang semakin dipercaya masyarakat Indonesia. Khususnya, program-program yang berkaitan dengan pemberdayaan masyarakat.

Kementerian Agama (Kemenag) memproyeksikan pengumpulan zakat nasional sepanjang tahun lalu mencapai Rp 6 triliun. Jumlah ini meningkat dibandingkan 2016 yang tercatat Rp 5,12 triliun. Kemenag menilai, peningkatan pengumpulan zakat bisa lebih tinggi jika koordinasi antarlembaga penghimpun zakat diperkuat.

Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dalam surveinya mengemukakan, potensi zakat kekayaan dan penghasilan individu di Indonesia mencapai Rp 138 triliun per tahun. Apabila terealisasi penghimpunannya sesuai yang ditargetkan 10 persen dari potensi itu, tiga tahun ke depan, penerimaan zakat nasional diperkirakan mencapai target Rp 13,8 triliun per tahun.

Di sisi lain, penghimpunan yang dilakukan Lembaga Zakat Infak dan Sedekah Muhammadiyah (Lazismu) juga mengalami peningkatan pada 2017. Lazismu akan terus melakukan berbagai peningkatan supaya bisa menggali potensi zakat, yang nilainya mencapai ratusan triliun.

Direktur Utama Lazismu Andar Nubowo mengatakan, jumlah zakat yang dikumpulkan Lazismu sepanjang 2017 mencapai Rp 80 miliar. Jumlah ini meningkat dibandingkan 2016 yang tercatat Rp 50 miliar. Akan tetapi, menurut Andar, tantangan Lazismu masih besar untuk menggali potensi zakat yang nilainya mencapai ratusan triliun rupiah. (njs/dbs)

 

 

Responsive image
Other Article
Responsive image