:
:
News
Kemenag Ambil Sikap Tegas bagi Travel Umroh Nakal

gomuslim.co.id- Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin akan memperketat mekanisme pelayanan biro perjalanan travel umrah di Indonesia. Pembenahan ini dilakukan karena belakangan terjadi travel haji dan umroh yang merugikan calon jemaah.

"Jadi intinya kami selama beberapa bulan yang lalu sedang berbenah untuk lebih memperketat bagaimana mekanisme pelayanan yang diberikan oleh para penyelenggara perjalan ibadah umrah PPIU atau yang biasa disebut biro travel perjalan umrah itu," papar Lukman usai menggelar upacara peringatan Hari Amal Bakti (HAB) Kementerian Agama RI ke-71 di halaman kantor Kemenag, Jakarta, Rabu (03/01/2018).

Saat ini Kemenag sedang merancang beberapa peraturan untuk mencegah adanya travel nakal lagi. Bahkan, menurut dia, pihaknya saat ini sedang menyiapkan aplikasi berbasis elektronik. 

"Kita sedang membangun regulasinya bahkan kita hampir menyelesaikan aplikasi berbasis elektronik yang bernama Sipatuh, sistem informasi pengawasan terpadu umroh dan haji," ucapnya.

Dikatakan Menag Lukman, dengan menerapkan aplikasi Sipatuh tersebut, pihaknya akan bisa mengawasi semua biro travel umroh yang sedang memberangkatkan jemaahnya, termasuk soal mekanisme pelayanannya.

“Jadi, nantinya semua informasi itu akan dimasukkan dalam aplikasi berbasis elektronik Sipatuh,” ujarnya.

Aplikasi ini akan dijalankan secara online, semuanya akan termonitor setiap biro travel berapa banyak memberangkatkan jemaah, kembalinya juga harus sama, pelayanannya di sana di hotel apa, maskapai penerbangannya apa," tandas dia.

Pihaknya berharap dengan adanya aplikasi daring tersebut tidak hanya akan mewujudkan transparansi dan akuntabilitas, tapi masyarakat juga diharapkan bisa melakukan pengawasan terhadap adanya indikasi travel umroh nakal yang selama ini menelantarkan jemaahnya.

"Tidak hanya kami pemerintah, tapi juga masyarakat bisa ikut mengakses, sehingga kejadian-kejadian adanya biro travel yang menelantarkan calon jemaah umrohnya, lalu kemudian tak menepati janji-janjinya itu sudah tidak akan bisa terjadi lagi dengan sistem yang sedang kita bangun ini," tandas Menag.

Di sepanjang tahun 2017 ini travel umroh nakal masih saja terjadi. Di antara travel umrah yang menelantarkan jemaahnya dan paling mendapatkan sorotan, yaitu First Travel yang berakhir hingga ke jalur hukum. Selain itu, baru-baru ini Kemenag juga telah resmi mencabut izin operasional PT. Biro Perjalanan Wisata Al-Utsmaniyah (Hannien Tour sebagai penyelenggara perjalanan ibadah umrah (PPIU).

Sanksi administrasi itu dikeluarkan setelah Hannien Tour menelantarkan sekitar 1.800 jemaah umroh. Pencabutan izin operasional tersebut tertuang dalam Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 941 Tahun 2017 tentang Penjatuhan Sanksi Administratif Pencabutan Izin Penyelenggaraan Hannien Tour Sebagai PPIU. (nat/dbs/foto:wahanahajiumroh)


Responsive image
Other Article
Responsive image
gomuslim
Get it on the play store