:
:
News
LPPOM MUI Jawa Tengah Terbitkan 587 Sertifikat Halal Sepanjang 2017

gomuslim.co.id- Upaya mendorong pelaku industri untuk menjamin kehalalan produknya terus dilakukan. Saat ini, penerbitan Sertifikat Halal di Tanah Air saat ini masih dalam kelola Lembaga Pengkajian Pangan Obat-Obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI).

LPPOM MUI Jawa Tengah melaporkan bahwa pihaknya telah menerbitkan 587 sertifikat produk halal sepanjang tahun 2017. Ketua LPPOM MUI Jateng Ahmad Rofiq menyebut per Desember 2017, jumlah sertifikat halal yang telah diterbitkan LPPOM MUI Jateng mencapai 587 sertifikat dari 565 perusahaan pendaftar dengan jumlah produk sebanyak 5.032 produk.

“Kini kami semakin gencar mendorong para pelaku usaha dan industri di Jateng untuk melakukan sertifikasi halal terhadap produk yang beredar di masyarakat. Sertifikasi halal selain bertujuan memberikan jaminan halal kepada konsumen sekaligus menjawab kebutuhan pasar global,” ujarnya.

Ia menuturkan, permintaan pasar terhadap sertifikat halal berupa produk pangan obat dan kosmetika menjadi tak terelakkan lagi. Jumlah sertifikat halal yang diterbitkan LPPOM MUI Jateng meningkat tajam di 2017.

“Selain mendorong sertifikasi halal, kami juga sudah menerapkan permohonan sertifikasi produk halal secara online. Bahkan, permohonan label halal ini telah mendapatkan peringkat terbaik di 2017 dari MUI Pusat dan menggeser posisi DKI di tahun 2016,” katanya.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan, sistem sertifikasi halal secara online yang digunakan LPPOM Jateng dikenal dengan CEROL–SS 23000. Sistem tersebut strategis untuk meningkatkan pelayanan di bidang sertifikasi halal, dan sudah diterapkan sejak 2016 lalu.

Kelebihan sistem sertifikasi online ini, kata dia, perusahaan dapat mengajukan permohonan sertifikasi halal secara online tanpa batasan waktu dan tempat. Harapannya dengan sistem tersebut pelayanan akan lebih cepat, efisisen, transparan dan akuntabel.

“CEROL di LPPOM MUI Jateng tak hanya diberlakukan bagi perusahaan pendaftar saja namun juga bagi para auditor dan tim pengawan sistem jaminan halal. Monitoring dapat terus dilakukan selama pendaftaran sehingga dapat mempercepat penyelesaian sertifikasi halal,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Umum MUI Jawa Tengah KH Ahmad Daroji menegaskan bahwa pihaknya terus mengawal sertifikasi halal. Hal ini dilakukan untuk menjawab keraguan masyarakat terhadap produk-produk yang beredar.

Ia menyebutkan LPPOM MUI Jateng kini semakin mapan didukung puluhan auditor. Kepercayaan publik kepada LPPOM MUI terkait sertifikasi halal semakin tinggi. Mengingat, jumlah penduduk muslim di Indonesia berkisar 220 juta Jiwa yang semuanya harus mengkonsumsi halal.

“MUI Jateng meminta LPPOM harus terus mendorong perusahaan-perusahaan untuk melakukan sertifikasi halal dan berkomitmen untuk memberikan jaminan halal kepada konsumen,” tutupnya. (njs/tribunjateng/dbs/foto:detik)

Responsive image
Other Article
Responsive image
gomuslim
Get it on the play store