:
:
News
Kelola Dana Haji, BPKH Sosialisasikan Rekening Virtual

gomuslim.co.id- Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) menggelar sosialisasi rekening virtual (virtual account) calon jamaah haji Indonesia di Jakarta, Kamis (28/12/2017). Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Asosiasi Haji, Ormas Islam, Bank, Komisi Pengawas Haji Indonesia (KPIH), Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI), dan Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK)

Anggota BPKH A Iskandar Zulkarnain mengatakan, kegiatan sosialisasi ini sesuai Undang-Undang Nomor 34 tahun 2014 tentang Pengelolaan Dana Haji mengamanatkan kepada BPKH untuk memiliki virtual account.

Lebih lanjut, Iskandar Zulkarnain menjelaskan sosialisasi rekening virtual ini  untuk jamaah haji karena nanti setelah pengelolaan dana haji atau keuangan dana haji, BPKH  diwajibkan menyelenggarakan virtual account sesuai amanat undang-undang.

Dia menegaskan, bahwa, rekening virtual untuk calon jamaah haji ini akan dilaksanakan pada awal Februari 2018 mendatang setelah Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) melakulan audit dan Kementerian Agama menyerahkan dana haji ke BPKH.

“Virtual account itu berguna untuk menampung nilai manfaat jamaah haji. Setiap tahun kami mendistribusikan nilai manfaat kepada jamaah haji,” katanya.

Pada kesempatan ini, Koordinator Badan Pelaksana BPKH, Anggito Abimanyu menjelaskan, kegiatan sosialisasi tersebut juga merupakan salah satu upaya untuk meluruskan kesalahpamahan terhadap investasi dana haji yang sempat menjadi kontroversi di kalangan masyarakat beberapa waktu lalu.

“Ini termasuk bagian dari sosialisasi kepada KPIH, PIHK,  bank, asosiasi, dan IPHI. Ini adalah bagian dari upaya kita untuk meluruskan kontroversi dan menyampaikan renstranya,” ungkapnya.

Selan itu, BPKH juga sudah melakukan sosialisasi di 13 kota di Indonesia untuk menyampaikan Rencana Strategi (Renstra) investasi dana haji tersebut. “Selain ke 13 jota, kita  juga ke kementerian, ulama, bertemu PBNU, Muhammadiyah, dan ormas Islam. Kita nanti lihat seperti apa reaksinya,” pungkasnya.

Sebelumnya, Undang-Undang Nomor 34 tahun 2014 tentang Pengelolaan Dana Haji mengamanatkan kepada BPKH untuk memiliki Rekening Virtual. Rekening ini akan mencatat saldo setoran awal jamaah ditambah nilai manfaat atau return yang diperoleh dari hasil investasi yang dilakukan BPKH setiap bulan. Saat ini, saldo setoran awal jamaah ditentukan Rp25 juta. (fau/bpkh/dbs/foto: miraj)

Responsive image
Other Article
Responsive image
gomuslim
Get it on the play store