:
:
News
Lahan Seluas 36.63 Ha Bakal Jadi Sentra Produksi Garam Halal di Aceh

gomuslim.co.id- Indonesia merupakan salah satu Negara yang memiliki lautan luas. Salah satu potensi terbesar dari kekayaan ini adalah produksi garam. Baru-baru ini, Kementerian Kelautan dan Perikanan RI berencana mengembangkan sentra produksi garam sehat, aman dan halal pulau Sumatera.

Lokasi untuk pengembangan produksi garam dengan sistem geomembran itu berada di areal seluas 36,63 hektare (Ha) di Gampong Lancang, Kecamatan Bandar Baru, Pidie Jaya (Pijay), Aceh. Direktorat Jenderal (Dirjen) Tata Laut Kementerian Kelautan dan Perikanan, Abdul Hadi Syahrul mengatakan lahan tersebut dijadikan sebagai pilot project pengembangan garam geomembran yang halal di Aceh.

“Polanya diubah dari yang dulunya direbus menjadi pola evaporarasi (penguapan) yang tentunya menghasilkan garam kebih banyak," kata Abdul Hadi Syahrul seperti dilansir dari publikasi Serambinews, Kamis (28/12/2017).

Turut hadir mendampingi Abdul Hadi yaitu anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Sudirman (Haji Uma), serta Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Pijay, Ir H Kamaluddin meninjau lokasi tersebut.

Abdul Hadi menjelaskan sistem evaporasi ini menggunakan plastik pada lahan garam sehingga produksi garam dapat dihasilkan baik pada musim hujan maupun kemarau. Hal ini, kata dia, akan memberikan manfaat lebih besar bagi para petani. Dari data, sistem penguapan ini dalam setiap hektare mampu menghasilkan 1 ton garam setiap hari.

“Kementerian Kelautan dan Perikanan RI sangat berharap Pijay menjadi sentral produksi garam di wilayah Sumatera. Selama ini produksi garam di Indonesia hanya terfokus di Jawa dan Madura. Karenanya Kementerian komit untuk mendorong daerah yang memiliki potensi lahan untuk pengembangan produksi garam. Saya prediksikan tahun depan produksi garam di sini dapat terwujud," paparnya.

Sebelumnya, Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Aceh membuat enam proyek percontohan pembuatan garam yang sehat, aman, dan halal (SAH). Garam untuk kebutuhan rumah tangga dan industri ini dibuat dengan metode tunel dan membran plastik di sejumlah kabupaten, yakni Aceh Besar, Pidie, Pidie Jaya, Bireuen, dan Aceh Utara.

“Lima daerah itu kita jadikan proyek percontohan pembuatan garam yang sehat, aman, dan halal (SAH) untuk memberikan pengetahuan baru dan sekaligus sebagai solusi masalah yang dialami petani garam di Aceh, “ kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Aceh Ir T Diauddin. (njs/serambi/dbs/fot:mercinnews)

 

Responsive image
Other Article
Responsive image
gomuslim
Get it on the play store