:
:
News
Ini Produk Khusus Panin Dubai Syariah untuk Tahun 2018

gomuslim.co.id- Pembiayaan segmen ritel bakal menjadi salah satu fokus PT Bank Panin Dubai Syariah Tbk (Panin Dubai Syariah) pada 2018 mendatang. Hal ini dilakukan sebagai langkah untuk menopang pertumbuhan bisnis perseroan mengingat segmen komersial dan korporasi sebelumnya masih mendominasi.

Menurut Direktur Bank Panin Dubai Syariah, Edi Setijawan dukungan segmen ritel sudah mulai besar dengan pertumbuhan 23,4 persen secara year on year per September 2017. "Ini sejalan dengan upaya Bank Panin Dubai Syariah dalam fokus pertumbuhan bisnis pada segmen ritel sejak awal 2017 demi melakukan diversifikasi usaha dan pengelolaan risiko," ujarnya.

Sementara itu, Head of Financial Strategic Planning Panin Dubai Syariah, Popo Fauzan, mengatakan inisiatif untuk mengembangkan segmen ritel ini diharapkan bisa menggeser dari penghimpunan dana mahal ke dana murah. Hal demikian mengingat porsi ritel banking saat ini di bawah 50 persen.

"Diharapkan bisa menggeser segmen komersial sebesar 10 persen, yang sekarang masih di atas 50 persen," katanya.

Lebih lanjut, Popo menjelaskan, salah satu caranya melalui pertumbuhan anorganik. Panin Dubai Syariah telah menjalin kerja sama dengan perusahaan induk melalui Layanan Servis Bersama (LSB), serta kerja sama dengan Kementerian Agaman melalui Layanan Satu Atap (LSA) terutama dalam penggalangan dana haji.

Fokus ritel banking tersebut salah satunya juga melalui penggalangan dana haji. Saat ini, dana haji yang ditempatkan di Panin Dubai Syariah sekitar 10 persen dari total dana haji. "Target kami bisa meningkat di 2018. Karena nantinya setelah dana haji dikelola Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) akan ada perubahan-perubahan," ujarnya.

Pengembangan segmen ritel juga diharapkan dapat meningkatkan komposisi dana murah (CASA) yang saat ini porsinya hanya 13,9 persen. "Kami ingin CASA bisa di atas 20 persen pada 2018 dengan tambahan dana haji," ungkapnya.

Di samping itu, pada 2018 emiten berkode PNBS tersebut akan melakukan pembenahan pembiayaan terklasifikasi, pebiayaan ritel banking, pengembangan jaringan kantor anorganik. Selain itu, memperkuat struktur permodalan melalui right issue, serta efisiensi, salah satunya dengan pengembanhan core banking system yang baru.

Perusahaan juga akan lebih konservatif dalam ekspansi pembiayaan. Meskipun, pertumbuhan pembiayaan pada kuartal III 2017 mencapai 24,6 persen (yoy). "Kuartal IV mungkin akan terkoreksi. Makanya 2018 kami akan kebih konservatif karena petimbangan makro ekonomi," jelasnya.

Sebagai catatan, hingga September 2017, Bank Panin Dubai Syariah membukukan pertumbuhan pembiayaan sebesar 24,6 persen menjadi Rp7,34 triliun secara year on year. Kenaikan tersebut disumbang oleh pertumbuhan kredit komersial dan korporasi masing-masing 33,5% dan 24,1%.

Adapun dana pihak ketiga (DPK) tumbuh 17,8 persen secara year on year menjadi Rp7,79 triliun dengan rasio financing to deposit ratio (FDR) sebesar 94,3 persen dan rasio dana murah atau CASA naik 13,9 persen. Dengan kinerja tersebut, aset perseroan terkerek 14,4 persen (yoy) menjadi Rp9,33 triliun.

Sementara itu, terkait kualitas pembiayaan, Bank Panin Dubai Syariah mengalami peningkatan pembiayaan bermasalah sejak awal triwulan II/2017.

Rasio NPF meningkat dari 2,87 persen pada September 2016 menjadi 4,46 persen pada akhir kuartal III/2017. Sementara itu rasio kecukupan modal atau CAR perseroan tercatat sebesar 16,83 persen atau turun dari periode tahun lalu sebesar 19,89 persen. (njs/dbs/foto:financialbisnis)

 

Responsive image
Other Article
Responsive image
gomuslim
Get it on the play store