:
:
News
Ini Kata Pengamat Tentang Bank Syariah di Indonesia

gomuslim.co.id- Perbankan syariah di Indonesia dinilai perlu konsisten dan sabar dalam menjalankan bisnisnya. Hal ini mengingat pasar syariah yang kecil meskipun berada di Negara yang mayoritas masyarakatnya beragama Islam.

Menurut Founder Karim Consulting Indonesia, Adiwarman A. Karim, dengan modal yang lebih terbatas daripada bank konvensional, bank syariah tidak bisa memberikan pembiayaan lebih besar daripada bank konvensional. Saat ini, pasar terbesar bank syariah Indonesia hanya datang dari segmen retail.

"Kalau modal kecil berarti kemampuan memberikan ke korporasi juga kecil. Kalau kecil, untuk dapat korporasi yang bagus susah. Ga dianggep. Ente bisa biayain apa?," ujarnya.

Ia menuturkan, jika ada perusahaan yang menginginkan pembiayaan dari bank syariah, umumnya merupakan perusahaan berisiko tinggi. Sehingga seandainya terjadi krisis, besar kemungkinan memberikan kontribusi pada tingginya Non Performing Loan (NPL).

Karenanya, konsistensi berada di pasar yang sudah dikuasai merupakan salah satu upaya agar bank syariah bisa survive dalam persaingan perbankan. Ia mencontohkan, Bank BNI Syariah selama ini konsisten berada di sektor pembiayaan properti, hingga saat ini bisa tetap aman.

Ia mengatakan bahwa tidak tepat jika membandingkan industri perbankan syariah Indonesia dengan negara-negara timur tengah, bahkan Malaysia. Bank syariah di timur tengah umumnya berbentuk Islamic Investment Bank. "Dia nasabahnya dikit tapi kaya-kaya semua," kata Karim.

Sementara di Malaysia, bentuk bank syariah di sana berbentuk campuran antara Islamic investment bank dan commercial bank. Di negara tersebut, seluruh elemen pemerintah merupakan pengguna dari bank tersebut. “Di Indonesia, seluruh bank syariah bergerak di retail. Hanya sedikit yang berada di corporate. Kalaupun ada UUS (Unit Usaha Syariah) Maybank lah satu biji itu," jelasnya.

Beberapa di antara bank syariah di Indonesia, lanjut Karim, pernah mencoba untuk berada di sektor corporate, namun kerap gagal. Ia mencontohkan, Bank Mandiri Syariah pada tahun 2015/2016 pernah mencoba di sektor corporate. "Tapi kejeblos," katanya.

Sebelumnya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menetapkan tujuh arah kebijakan dalam mengembangkan perbankan syariah Indonesia. Saat ini tercatat market share perbankan syariah nasional masih kecil di angka 5,55%. Diharapkan dengan kebijakan ini perbankan syariah terus tumbuh.

Sebagai informasi, saat ini aset perbankan syariah sebesar Rp 406,23 triliun. Aset disumbang terbesar dari bank umum syariah (BUS) sebesar 67,31%, unit usaha syariah (UUS) sebesar 30,14% dan bank perkreditan rakyat syariah (BPRS) sebesar 2,55%. (njs/dbs/foto:mysharing)

Responsive image
Other Article
Responsive image