:
:
News
Bidik Sektor Umrah dan Properti, ALIF Genjot Pembiayaan Syariah

gomuslim.co.id- Sejumlah perseroan berlomba-lomba menyediakan produk keuangan syariah dalam beberapa tahun terakhir. Hal ini menyusul optimisme potensi pembiayaan syariah yang cukup besar. Salah satunya seperti yang dilakukan PT Al Ijarah Indonesia (ALIF).

Baru-baru ini, ALIF berencana melakukan penetrasi di pembiayaan pada sektor properti dan umrah untuk pengembangan di tahun 2018. Corporate Communication ALIF, Haindry Barda mengatakan perusahaannya sudah menjajaki pembiayaan umrah sejak dua bulan lalu.

“Sampai saat ini, kami belum bisa menyebutkan perkembangannya karena dinilai masih terlalu dini untuk dievaluasi,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menuturkan bahwa selain umrah, pihaknya juga sedang mempersiapkan pembiayaan di sektor properti. Pengembangan itu nantinya akan dinamakan Pembiayaan Pembelian Rumah (PPR). "Sasarannya orang yang mau beli rumah dari tangan pertama," katanya.

Menurut Haindry, pembiayaan multiguna juga akan menjadi produk ALIF di tahun 2018. Ia menargetkan, segmen pasar yang akan diambil adalah pembiayaan multiguna dengan jaminan sertifikat rumah.

Sebelumnya, Direktur PT ALIF (Alif Finance) mengatakan, perseroan tidak hanya fokus dalam pembiayaan otomotif. Hal ini sejalan dengan arahan regulator yang membuka kesempatan bagi perusahaan pembiayaan untuk menyalurkan pembiayaan dengan tujuan produktif. Alif Finance telah memberikan kredit kepada sektor industri kreatif.

"Kucuran kredit pada industri kreatif menyasar pada pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM). Sejauh ini, kami masih membatasi pembiayaan pada sektor perdagangan," ungkapnya.

Adapun cakupan pembiayaan yang disalurkan meliputi pengusaha rumah makan, alat peraga pendidikan dan design grafis percetakan. Alif cepat tanggap menghadapi situasi persaingan pembiayaan otomotif yang semakin ketat. Pengalihan pada multiguna dinilai tepat karena menggiurkan dari sisi profibilitas, rendah biaya dan rendah risiko.

Berdasarkan jumlah kontraknya, saat ini porsi pembiayaan otomotif masih sama besar dengan pembiayaan multiguna. Namun secara ticket size, pembiayaan multiguna lebih kecil dibanding pembiayaan otomotif yakni 35% berbanding 65%. Tahun depan, jumlah kontrak multiguna diprediksi mencapai 70% dari total pembiayaan. (njs/dbs/foto:alijarah)

 

 

Responsive image
Other Article
Responsive image