:
:
News
KUR dan FLPP Jadi Fokus Penggarapan BRI Syariah

gomuslim.co.id- Industri perbankan syariah kini semakin gencar melakukan sejumlah pembiayaan. Salah satu bank yang menyatakan komitmen dalam penyaluran pembiayaan adalah BRI Syariah. Anak usaha PT Bank BRI, Tbk ini fokus pada penyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan pembiayaan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).

Menurut Direktur Utama BRI Syariah Hadi Santoso, kedua hal tersebut merupakan program subsidi pemerintah yang ditujukan untuk masyarakat mikro. "Kita serius menjalankan KUR dan FLPP. Maka kita pun terus kembangkan sistem Informasi dan Teknologi (IT) karena tidak mungkin menjalankan keduanya kalau IT tidak bagus," ujarnya.

Lebih lanjut, Hadi mengungkapkan saat ini pihanya masih menjadi satu-satunya penyalur KUR berskema syariah. Untuk itu, kata dia, harus dilakukan sebaik mungkin, apalagi potensinya pun masih besar. "Bahkan nyatanya, ada daerah tertentu yang mau terima program KUR. Hanya bila disalurkan oleh bank syariah," ungkapnya.

Sebagai informasi, sampai akhir tahun ini BRI Syariah menargetkan penyaluran KUR mencapai Rp 500 miliar. Berdasarkan catatan perseroan, Per Agustus 2017, BRI Syariah sudah menyalurkannya hingga Rp 355 miliar.

Adapun terkait FLPP, Direktur Bisnis BRI Syariah Indra Praseno menjelaskan, perusahaan fokus menyalurkan FLPP ke Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Dengan begitu, gaji tidak boleh lebih dari Rp 4 juta. "Syaratnya cukup ketat untuk penyaluran FLPP, yaitu rumah harus ditempati dan rumah itu harus menjadi rumah pertama. Kalau tidak dihuni langsung dicabut," tegas Indra.

Ia menyebutkan, program FLPP ini sebanyak 95 persen dibiayai oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Pekerjaan Rumah Tangga. Sedangkan 0,5 persennya dibiayai oleh BRI Syariah. "Maka diharapkan program ini bisa diperluas karena pasarnya luar biasa, yang butuh rumah masih banyak," katanya.

Sebelumnya, BRI Syariah telah menargetkan bisa menyalurkan pembiayaan FLPP sebanyak 6.000 unit rumah dengan nilai sekitar Rp 580 miliar. Saat ini, anak usaha Bank Rakyat Indonesia (BRI) itu sudah menyalurkan FLPP ke kurang lebih 11.600 unit.

Di sisi lain, BRI Syariah memproyeksi pertumbuhan pembiayaan pada 2018 bisa di atas 15 persen. Pembiayaan pada tahun depan diproyeksi akan berasal dari sektor konsumer dan komersial.

Di segmen konsumer, BRI Syariah melihat potensi pembiayaan pemilikan rumah KPR tahun depan bisa lebih baik. Anak usaha BRI ini optimistis pembiayaan KPR bisa tumbuh bagus pada 2018. Untuk meningkatkan pembiayaan KPR, bank akan memperkuat fasilitas pemasaran, mengoptimalkan kerja sama dengan pengembang yang sudah ada dan developer baru. (njs/dbs/foto:referensiekonomi)

 

Responsive image
Other Article
Responsive image