:
:
News
Dirjen Pendis Kemenag Sebut MQK 2017 Tingkatkan Kualitas Baca Kitab Kuning Santri

gomuslim.co.id- Kemampuan santri dalam membaca kitab kuning kini semakin merata. Bukan hanya para santri pondok pesantren di pulau Jawa, tetapi juga yang berada di wilayah Sumatera dan Kalimantan. Hal ini merupakan buah dari pembelajaran serta kompetisi yang rutin dilaksanakan setiap tahun.

Demikian disampaikan Dirjen Pendidikan Islam Kamaruddin Amin saat menutup kegiatan Musabaqah Qiraatil Kutub (MQK) Nasional Ke-VI tahun 2017 yang berlangsung di Pondok Pesantren Balekambang, Jepara, Jawa Tengah. Mewakili Menteri Agama, Kamaruddin menyampaikan apresiasi atas sukses penyelenggaraan MQK tahun ini.

Menurutnya kegiatan tersebut, MQK tidak hanya sukses tetapi juga berhasil melahirkan kader pesantren mendatang. "Kami berharap, hasil MQK ini memberikan rasa optimisme dan semangat untuk terus memperbaiki penyelenggaraan kajian kitab kuning di pondok pesantren yang lebih baik," ujarnya.

Lebih lanjut, Kamaruddin mengungkapkan, MQK merupakan wahana pengembangan kualitas akademis pondok pesantren. "Kitab kuning sebagai core bussiness-nya pondok pesantren dijadikan dasar dan basis dalam berbagai majelis lomba yang diselenggarakan dalam even MQK ini. Kegiatan ini telah menghasilkan sejumlah kader-kader masa depan pondok pesantren yang luar biasa," paparnya.

Ia menambahkan, kesuksesan penyelenggaraan MQK ini tentu berkat kerjasama yang baik antar semua pihak. "Untuk itu, kami atas nama Kementerian Agama menghaturkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh Pemerintah Daerah di Tanah Air, khususnya Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Tengah dan Pemerintah Daerah Kabupaten Jepara, yang telah memberikan perhatian yang sangat luar biasa," pungkasnya.

Seperti diketahui, MQK kali ini diikuti sebanyak 1.457 santri dari 35 kafilah se-Indonesia. Masing-masing kafilah merupakan wakil dari provinsi, mereka mempunyai seragam yang berbeda antar kafilah.

Bidang yang akan dikompetisikan dan terbagi dalam tingkatan, yaitu: dasar (marhalah ula), menengah (marhalah wustha), dan tinggi (marhalah ulya). Inti dari rangkaian kegiatan MQK terbagi atas dua bagian. Bagian pertama yakni kegiatan inti berupa lomba membaca, menerjemahkan dan memahami kitab kuning, debat bahasa Asing serta eksibisi nazham. Bagian kedua yaitu kegiatan penunjang berupa halaqah, sarasehan, bazar dan pameran, diskusi dan pentas seni. (njs/kemenag/dbs)

Responsive image
Other Article
Responsive image
gomuslim
Get it on the play store