:
:
News
Pemerintah Saudi Perkuat Peran Perempuan Jadi Diplomat

gomuslim.co.id- Arab Saudi kian memberikan kesempatan kepada perempuan dalam mengekspresikan kemampuan dan bakatnya untuk berkarir di bidang apapun. Baru-baru ini, Kementerian Luar Negeri (MOFA) Arab Saudi mulai mendorong para perempuan untuk berkarir di jalur diplomatik.  

Sebenarnya, sejak 2008, MOFA telah mempekerjakan perempuan. Peminatnya cukup tinggi ketika perekrutan mulai dibuka. Juru bicara resmi MOFA dan direktur media, Duta Besar Osama Nugali, mengatakan perempuan Saudi baru saja memasuki arena diplomatik, maka pihaknya mulai membuka kesempatan mereka untuk maju dalam jalur karir diplomatik.

Pihak kementerian ingin memajukan karir semua pegawainya, hal ini dibuktikan dengan menyertakan mereka di berbagai kursus di luar negeri. Selain itu juga mengekspos mereka ke negara lain untuk meningkatkan keterampilan dalam bidang hubungan luar negeri.

"Sejalan dengan Visi 2030, Kementerian Luar Negeri berkomitmen, untuk memberikan diplomat wanita Saudi berbagai pelatihan akademis dan profesional untuk maju di jalur karir mereka," ujar Nugali.

Menanggapi hal tersebut, seorang diplomat sekretaris pertama di MOFA, Manal Al-Otaibi, mengatakan dalam hal tugas tidak ada perbedaan antara diplomat laki-laki dan perempuan.

"Tugas yang diberikan pada staf perempuan tidak berbeda dengan laki-laki. Standarnya bukan gender, tapi kompetensi, spesialisasi, dan keterampilan,” papar dia.

Berdasarkan data statistik, pegawai perempuan di kementerian dapat dikelompokkan sebagai berikut; 115 berbasis di kantor pusatnya di Riyadh dan cabang-cabangnya di seluruh Kerajaan; 185 bekerja di Eropa, Amerika Serikat, Asia dan Afrika. Tidak ketinggalan, misi permanen Kerajaan untuk organisasi internasional seperti PBB di New York dan Jenewa, ditambah Liga Arab di Kairo dan Organisasi Kerjasama Islam (OKI).  

Lebih lanjut, Nugali menilai Kerajaan Arab Saudi ingin meningkatkan peran perempuan Saudi dan memungkinkan mereka melaksanakan tanggung jawab mereka.

“Visi Arab Saudi 2030 dengan penekanannya pada peran penting perempuan di masa depan Kerajaan,” kata dia.

Hal ini bertujuan untuk secara proaktif menciptakan keterlibatan perempuan yang lebih besar dan lebih banyak cara untuk mengaktifkan peran kepemimpinan mereka. (nat/arabnews/dbs/foto:arabnews)

 

Responsive image
Other Article
Responsive image