:
:
News
Ketua MES: Potensi Ekonomi Syariah di Indonesia Besar, Hanya Kurang Sosialisasinya

gomuslim.co.id- Indonesia mempunyai potensi yang besar untuk terus mengembangkan ekonomi berbasis syariah. Hal ini seiring dengan populasi masyarakat yang mayoritas muslim ditambah sejumlah faktor pendukung yang mendorong ekonomi syariah sudah mulai menjamur di berbagai tempat.

Demikian disampaikan Ketua Masyarakat Ekonomi Syariah (MES), Muliaman D Hadad dalam acara Musyawarah Nasional (Munas) MES ke-4. Kegiatan bertajuk "Meneguhkan Semangat Kebersamaan dalam Membangun Ekonomi Syariah" ini digelar untuk memilih ketua umum pengganti Muliaman D Hadad beserta kepengurusan baru periode tiga tahun ke depan.

"Faktor pendukung ekonomi syariah sudah mulai banyak. Jadi ini prospeknya bagus. Selain potensinya yang besar, perundangannya juga sudah lengkap dan saya kira tinggal sosialisasinya untuk lebih dimaksimalkan," ujarnya. 

Lebih lanjut, Muliaman menuturkan bahwa saat ini masyarakat kelas menengah sudah mulai sadar akan pasar modal syariah. Mereka mulai menggunakan produk-produk keuangan syariah, seperti asuransi syariah, investasi syariah dan pembiayaan syariah. “Perekonomian syariah di Indonesia dapat menjadi pelengkap dari sistem perekonomian konvensional, salah satunya di bidang keuangan mikro,” katanya.

Hanya saja, kata dia, sistem keuangan syariah di Tanah Air masih berada di angka lima persen. Angka tersebut jauh dibanding Malaysia yang sudah menerapkan sistem keuangan syariah sebesar 22 persen. "Market share masih lima persen, tingkat literasi terhadap keuangan syariah masih 30 persen," ungkapnya.

Mantan Ketua Dewan Komisioner OJK ini menuturkan hal yang menjadi kendala dalam pengembangan sistem keuangan syariah adalah karena faktor kelembagaan dan sosialisasi. Saat ini tingkat literasi masyarakat terhadap keuangan syariah baru 30 persen. "Hambatannya lebih ke penguatan kelembagaan atau institusionalisasi dan sosialisasi itu harus dikuatkan," jelasnya.

Sebagai tambahan, Munas MES ke-4 ini dihadiri oleh seluruh pengurus wilayah, daerah, dan wilayah khusus luar negeri dengan total peserta berjumlah 395 orang. Mereka berasal dari 19 wilayah atau provinsi, dan 33 kabupaten atau kota.

Muliaman berharap kepengurusan baru dapat melanjutkan konsep dan program yang sudah tertata dengan baik seperti sektor mikro finance dan pasar modal. "Saya harap kepengurusan baru dapat melanjutkan yang sudah ada termasuk kita bicara keuangan karena sudah ada pasar keuangan syariah, asuransi syariah, perbankan syariah, dan penggadaian syariah," ungkapnya.

Saat ini, tambah dia, MES sudah memiliki aset dan manajemen yang baik salah satunya dengan menerbitkan portofolio reksa dana di pasar modal. Dia berharap aset tersebut dapat dikembangkan oleh kepengurusan periode berikutnya.

"Kita harus mampu mengurus diri sendiri kita pun mengeluarkan portofolio reksa dana yang dikeluarkan MES. Jadi kegiatan MES cukup terpelihara dan banyak dibantu, aset dan manajemennya juga besar," tambah dia.

Turut hadir dalam kesempatan tesebut Gubernur dan Wagub DKI Jakarta. Selain itu, beberapa tokoh nasional yang dijadwalkan hadir pada Munas ini adalah Ketua ICMI Sugiharto, Ketua MUI KH Ma'ruf Amin, dan Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso. (njs/dbs/foto:infobank)

 

Responsive image
Other Article
Responsive image
gomuslim
Get it on the play store